Buya Yahya Ingatkan Bahaya Menolong Orang Tak Tahu Diri: Ikhlas Ada Batas, Harapan Jangan Salah Tempat

Buya Yahya Ingatkan Bahaya Menolong Orang Tak Tahu Diri: Ikhlas Ada Batas, Harapan Jangan Salah Tempat

Buya Yahya-istimewa-

OKES.NEWS -Sikap tidak mau mengakui kesalahan dan gemar menyalahkan orang lain kerap menjadi penyakit hati yang berbahaya dalam kehidupan sosial. 

Cara ini memang terasa lebih mudah, karena kesalahan dialihkan ke luar diri sebagai pelarian dari tanggung jawab.

Namun, menurut ulama kharismatik Buya Yahya, sikap semacam ini justru menjauhkan seseorang dari introspeksi dan perbaikan diri.

Dalam ceramahnya yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi miliknya, Buya Yahya memberikan peringatan tegas tentang fenomena orang yang tidak tahu diri mereka yang terus menuntut tanpa memahami batas kepantasan. 

Ia menjelaskan perbedaan antara pribadi yang berakhlak mulia (karim) dan pribadi yang laim, yakni tidak tahu diri.

Buya Yahya menggambarkan sikap laim dengan perumpamaan sederhana namun mengena.

“Dikasih hati minta jantung, dikasih konsen minta digendong. Awalnya kita bantu, ujungnya dianggap kewajiban,” ujarnya. 

BACA JUGA:Sistem Kelistrikan Nasional Andal, PLN Berhasil Jaga Layanan Momen Pergantian Tahun

BACA JUGA:Bingung Pilih Smartwatch untuk Wanita? Ini Rekomendasi Paling Terbaik di 2026

Ketika permintaan tak lagi terpenuhi, orang dengan sifat ini justru marah-marah, tanpa sedikit pun rasa terima kasih atau keinginan membalas kebaikan.

Lebih lanjut, Buya Yahya menegaskan bahwa orang yang tidak memberi manfaat dan hanya pandai menuntut tanpa mau berpikir tentang kepantasan, tidak layak untuk dimuliakan. 

Kebaikan yang diberikan bukan dimaknai sebagai amanah untuk berbuat baik, melainkan dijadikan alasan untuk terus menekan dan menuntut lebih.

“Orang seperti ini tidak pantas diperjuangkan,” tegasnya. Karena itu, Buya Yahya mengingatkan agar tidak terjebak pada rasa tidak enak hati. 

Menolong tetap dianjurkan, namun harus disertai kesadaran diri. Jika mampu, silakan membantu.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: