Nirva Resmi Muncul di CES 2026, Perhiasan AI Ini Bisa Baca Emosi dan Catat Hidup Kamu Otomatis
Nirva (Foto tech.yahoo.com)--
OKES.NEWS - Ajang CES 2026 kembali melahirkan kategori gadget baru yang unik. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Nirva, sebuah AI wearable berbentuk perhiasan yang menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan konsep mindful living. Bukan smartwatch, bukan juga earbud, Nirva hadir sebagai kalung atau gelang yang tampil seperti aksesori fashion premium.
Apa Itu Nirva dan Kenapa Disebut AI Jewelry?
Nirva menyebut dirinya sebagai “AI jewelry”, sebuah modul kecil berbahan titanium yang bisa dipakai sebagai kalung atau gelang tanpa terlihat seperti gadget. Desainnya minimalis, mulus tanpa sambungan, dan bobotnya hanya sekitar 10 gram, membuatnya lebih mirip perhiasan modern dibanding perangkat elektronik.
Target pengguna Nirva cukup spesifik, yaitu orang yang sudah terbiasa menggunakan AI seperti ChatGPT, tapi ingin AI yang lebih personal dan selalu menemani aktivitas harian tanpa harus terlihat “techy”. Dengan kata lain, Nirva ingin menjadi AI yang menyatu dengan gaya hidup, bukan sekadar alat.
Fitur Utama Auto Journaling dan Pelacakan Emosi
Daya tarik utama Nirva ada pada fitur auto-journal. Perangkat ini secara otomatis mencatat kejadian harian, percakapan, dan konteks aktivitas, lalu merangkumnya menjadi jurnal digital. Pengguna tidak perlu lagi menulis manual, cukup memakai Nirva sepanjang hari.
Selain itu, Nirva juga fokus pada emotion tracking. Dengan analisis suara, pola interaksi, dan aktivitas, AI-nya memetakan mood, tingkat stres, dan energi pengguna. Bahkan, Nirva diklaim mampu menganalisis pola sosial untuk membantu mengenali hubungan yang sehat maupun yang cenderung toksik.
Sensor dan Teknologi di Balik Nirva
Untuk mendukung fungsinya, Nirva dibekali dua mikrofon untuk menangkap percakapan dan konteks suara, sensor cahaya dan UV untuk memantau paparan lingkungan, serta IMU atau motion sensor untuk membaca pergerakan pengguna sepanjang hari. Kombinasi sensor ini membuat analisis AI lebih kontekstual dan personal.
Semua data ini kemudian diproses melalui aplikasi Nirva, yang menampilkan ringkasan harian, log emosi, hingga insight tentang pemicu stres dan pola hidup pengguna.
Desain, Baterai, dan Cara Pengisian
Dari sisi desain, Nirva menggunakan bodi titanium dengan sertifikasi IP67, artinya tahan debu dan air untuk pemakaian sehari-hari. Baterainya diklaim mampu bertahan sekitar dua hari dalam sekali pengisian.
Pengisian daya dilakukan lewat jewelry box khusus yang bukan cuma berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tapi juga power bank mini yang bisa mengisi ulang Nirva hingga tiga kali. Proses charging dari nol hingga penuh memakan waktu sekitar 90 menit.
Status Rilis dan Perkiraan Harga
Saat dipamerkan di CES 2026, Nirva masih berstatus preview. Preorder direncanakan dibuka dalam waktu dekat dengan pengiriman pada paruh pertama 2026. Untuk harga, satu sumber menyebut modul AI Nirva dibanderol sekitar 200 USD, sementara aksesori kalung atau gelang tambahan dijual terpisah di kisaran 30–50 USD per item.
Jika konsepnya benar-benar matang, Nirva berpotensi membuka tren baru AI wearable yang lebih personal, emosional, dan menyatu dengan gaya hidup modern, bukan sekadar gadget di pergelangan tangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: