Bukan Fiksi Ilmiah, Cermin AI di CES 2026 Ini Bisa Prediksi Kesehatan Kamu
NuraLogix Longevity Mirror (Foto longevity.technology)--
OKES.NEWS - Di CES 2026, deretan gadget futuristik kembali bermunculan, tapi salah satu yang paling bikin orang berhenti dan mikir panjang soal masa depan kesehatan adalah NuraLogix Longevity Mirror. Ini bukan sekadar cermin pintar biasa, melainkan perangkat kesehatan berbasis AI yang diklaim mampu memindai wajah selama sekitar 30 detik untuk memprediksi kondisi dan risiko kesehatan jangka panjang.
Bayangkan, cukup berdiri di depan cermin kamar mandi, lalu sistem AI mencoba membaca “masa depan kesehatan” tubuh kamu. Konsep ini langsung memancing rasa penasaran sekaligus perdebatan.
Apa Itu NuraLogix Longevity Mirror?
Longevity Mirror adalah smart mirror dari NuraLogix yang fokus ke predictive health, bukan sekadar pelacak aktivitas harian seperti smartwatch atau smartband. Produk ini diperkenalkan sebagai “bathroom mirror of the future” yang bisa memberi gambaran risiko kesehatan hingga puluhan tahun ke depan hanya dari satu sesi selfie atau video singkat.
Alih-alih menghitung langkah atau kalori, cermin ini mencoba menjawab pertanyaan besar seberapa sehat tubuhmu dalam jangka panjang jika gaya hidupmu sekarang terus berlanjut?
Cara Kerja dan Teknologi di Baliknya
Kunci utama Longevity Mirror ada pada teknologi Transdermal Optical Imaging (TOI). Teknologi ini menganalisis perubahan mikro pada aliran darah di wajah lewat kamera, tanpa sensor yang ditempel ke kulit.
Pengguna hanya perlu berdiri di depan cermin sekitar 30 detik. Kamera akan merekam video singkat, lalu AI yang dilatih dengan ratusan ribu data medis mengolah pola visual tersebut untuk menghitung berbagai parameter kesehatan dan memproyeksikan risiko hingga sekitar 20 tahun ke depan.
Parameter Kesehatan dan Longevity Index
Hasil pemindaian tidak main-main. Longevity Mirror menampilkan lebih dari 30 hingga 100 indikator kesehatan, mulai dari detak jantung, tekanan darah, beban jantung, risiko penyakit kardiovaskular, kondisi metabolik, tingkat stres dan pemulihan, kualitas tidur rata-rata, sampai estimasi usia fisiologis.
Semua data itu kemudian dirangkum dalam satu skor utama bernama Longevity Index dengan skala 0–100. Skor ini menggambarkan seberapa “sehat” trajectory hidup jangka panjang seseorang berdasarkan kondisi tubuh dan pola hidup saat ini.
Akurasi, Kelebihan, dan Batasan
Dalam uji coba awal oleh jurnalis teknologi, pembacaan detak jantung dan tekanan darah tergolong cukup dekat dengan smartwatch. Meski begitu, fitur tekanan darah masih dalam proses persetujuan FDA.
Ada juga batasan yang perlu dicatat. Beberapa metrik seperti BMI bisa meleset jika data dasar seperti tinggi dan berat badan tidak diinput. Para pakar menekankan bahwa prediksi 10–20 tahun berbasis selfie tetap bersifat indikatif, bukan pengganti pemeriksaan medis atau konsultasi dokter.
Harga dan Ketersediaan
NuraLogix Longevity Mirror dibanderol sekitar 899 USD, biasanya sudah termasuk layanan tahun pertama. Setelah itu, pengguna perlu membayar langganan sekitar 99 USD per tahun. Ada pula opsi layanan tambahan “health concierge” sekitar 399 USD per tahun untuk bantuan interpretasi data oleh profesional kesehatan.
Perangkat ini ditargetkan rilis komersial pada kuartal pertama 2026 di Amerika Utara. Untuk pasar Indonesia, hingga kini belum ada informasi resmi soal harga maupun jadwal masuk.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: