Garmin Rilis Fitur Hitung Kalori Cukup Foto Makanan, Ini Cara Kerjanya!
Garmin Connect+ (Foto gadgetsandwearables)--
OKES.NEWS - Garmin kembali bikin gebrakan di ajang CES 2026 dengan menghadirkan fitur tracking nutrisi terbaru untuk aplikasi Garmin Connect+. Lewat teknologi AI image recognition, pengguna kini bisa mencatat kalori dan makro nutrisi hanya dengan memotret makanan, memindai barcode, atau mencari menu lewat database makanan global. fitur ini langsung terintegrasi dengan data kebugaran dari jam Garmin, sehingga laporan kesehatan jadi jauh lebih menyeluruh.
Buat kamu yang rutin lari, gym, atau sekadar ingin hidup lebih sehat, fitur ini terasa seperti kepingan puzzle yang akhirnya lengkap: antara kalori yang masuk dan kalori yang terbakar kini bisa dipantau dalam satu ekosistem.
Catat Makanan Cukup Foto atau Scan Barcode
Salah satu daya tarik utama fitur baru ini adalah kemudahan logging makanan. Pengguna bisa langsung memotret hidangan rumahan, makanan restoran, atau produk kemasan. AI Garmin akan mengenali jenis makanan, memperkirakan porsi, lalu menghitung kalori serta kandungan makronya seperti protein, lemak, dan karbohidrat.
Kalau kamu makan makanan kemasan, tinggal scan barcode atau cari produknya di database global Garmin. Semuanya dibuat sepraktis mungkin agar pengguna tidak malas mencatat asupan harian. Bahkan, kamu juga bisa membuat resep sendiri atau menyimpan makanan favorit untuk input super cepat di kemudian hari.
Menariknya lagi, beberapa jam Garmin yang kompatibel sudah mendukung logging makanan langsung dari pergelangan tangan. Jadi, habis ngemil atau minum protein shake, kamu bisa langsung catat tanpa buka HP.
Laporan Kalori Masuk vs Terbakar dalam Satu Tampilan
Fitur ini terhubung langsung dengan data aktivitas dari jam Garmin, mulai dari langkah harian, lari, latihan beban, hingga sesi HIIT. Hasilnya adalah laporan holistik yang menampilkan kalori masuk vs kalori terbakar secara real-time.
Pengguna bisa melihat ringkasan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Ada juga breakdown makro nutrisi lengkap: berapa gram protein, lemak, dan karbohidrat yang sudah dikonsumsi, serta sisa “jatah” harian sesuai target.
Target makro ini tidak asal tebak. Garmin menghitungnya berdasarkan tinggi badan, berat badan, usia, tingkat aktivitas, dan tujuan pengguna, apakah ingin menurunkan berat badan, menjaga, atau menaikkan massa otot.
AI Hubungkan Nutrisi dengan Tidur dan Performa Latihan
Yang bikin fitur ini terasa “next level” adalah Active Intelligence AI milik Garmin. AI ini menganalisis hubungan antara pola makan dengan metrik kesehatan lain seperti kualitas tidur, recovery, dan performa latihan.
Contohnya, sistem bisa memberi insight bahwa makan terlalu larut malam berkorelasi dengan penurunan kualitas tidur, atau asupan protein yang kurang berdampak pada lambatnya pemulihan otot. Buat pengguna serius soal fitness, insight semacam ini sangat berguna untuk mengatur pola makan secara lebih strategis.
Harga dan Ketersediaan
Fitur tracking nutrisi ini tersedia melalui langganan Garmin Connect+ dengan harga global $6.99 per bulan, atau sekitar Rp110 ribuan. Saat ini sudah bisa diakses lewat aplikasi Garmin Connect.
Dengan harga langganan yang masih tergolong terjangkau, fitur ini terasa relevan untuk pengguna Garmin di Indonesia, apalagi banyak model Garmin yang cukup ramah di kantong. Buat kamu yang ingin memantau kesehatan lebih detail tanpa harus pindah aplikasi pihak ketiga, fitur ini bisa jadi alasan kuat untuk upgrade ke Connect+.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: