Uji Terbang Publik Romeo eVTOL Sukses, Masa Depan Transportasi Medis Jadi Cepat dan Murah

Uji Terbang Publik Romeo eVTOL Sukses, Masa Depan Transportasi Medis Jadi Cepat dan Murah

Romeo pesawat prototipe eVTOL (Foto rotorhub)--

OKES.NEWS - Romeo bukan sekadar pesawat ini adalah prototipe eVTOL (electric vertical takeoff and landing) terbaru dari ERC System GmbH, startup asal Munich, Jerman. Perusahaan yang didirikan pada 2019 ini awalnya fokus mengembangkan pesawat listrik untuk layanan medis darurat (EMS). Timnya penuh dengan para alumni Lilium, Volocopter, dan Airbus, melanjutkan mimpi eVTOL Jerman meski beberapa kompetitor sebelumnya gagal.

Setelah beberapa tahun beroperasi dalam mode “stealth”, ERC System akhirnya muncul ke publik pada 2024 dengan pendanaan awal dari IABG. Ambisi mereka jelas: membuat transportasi medis lebih cepat, aman, dan terjangkau dibanding helikopter konvensional.

Desain dan Spesifikasi yang Mengesankan

Romeo baru saja melakukan uji terbang publik pertamanya pada Februari 2026 di lapangan udara militer Erding, dekat Munich. Pesawat ini memiliki sayap selebar 16 meter, bobot 2,7 ton menjadikannya salah satu eVTOL terberat di Eropa dan 8 baling-baling VTOL berdiameter 2,4 meter. Kabin 5,2 m³ dengan pintu belakang lebar 1,4x1,4 meter memungkinkan pasien masuk dengan mudah. Bobot maksimal yang bisa diangkut mencapai 450 kg, sementara seluruh sistem digerakkan motor listrik dengan baterai redundan, dan Romeo sepenuhnya dikendalikan secara remote alias uncrewed.

Masa Depan eVTOL Dari Medis ke Logistik dan Militer

Tujuan awal Romeo adalah mempercepat layanan medis hingga tiga kali lebih cepat dan biaya lebih murah dibanding helikopter EMS. Namun, rencana masa depan ERC System lebih ambisius: ekspansi ke cargo militer uncrewed, pemadam kebakaran, dan logistik cepat. Model produksi mendatang bernama Charlie diprediksi hadir pada 2031 dengan sistem hybrid, harga diperkirakan hanya sepertiga dari helikopter EMS biasa (€3-5 juta). ERC System juga bekerja sama dengan DRF Luftrettung untuk validasi medis, memastikan Romeo tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga aman bagi pasien.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: