Bela Khamenei
Surat ucapan duka cita dua halaman yang dikirim Megawati untuk Iran. -Istimewa-
Oleh: Dahlan Iskan
OKES. NEWS- Perlukah Presiden Indonesia mengucapkan duka cita atas meninggalnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei? Itulah yang sedang viral di medsos.
Utamanya setelah Megawati Soekarnoputri memublikasikan ucapan duka cita itu ke publik.
Bela sungkawa Mega begitu spesial: dua halaman. Isinya pun cukup emosional: menunjukkan solidaritas sebagai sesama anggota Nonblok, sesama negara Islam, dan sesama berjiwa nasionalistis.
Anda bisa membaca sendiri isinya: sampai menguraikan riwayat masa muda Ayatollah Khamenei yang ternyata mengagumi Bung Karno.
Mega juga menceritakan pengalamannyi saat sebagai Presiden RI ke-5: berkunjung ke kediaman Ayatullah Khamenei di Teheran. Terkesan dengan hangatnya penyambutan.
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Lalu Mega mengundangnya ke Indonesia. Baik untuk menghadiri musyawarah besar alim ulama sedunia maupun ulang tahun KTT Asia Afrika.
Lalu ada yang bertanya di medsos: "apakah presiden Indonesia sudah mengucapkan duka cita?"
Saya juga belum pernah membaca ada ucapan duka cita itu. Mungkin karena saya tidak tahu --sedang di Shanghai. Yang sudah saya baca adalah dari perdana menteri Pakistan, Bangladesh, Irak, dan tetangga di utara Iran. Termasuk Presiden Turkiye Thayib Erdogan. Lalu Presiden Rusia Vladimir Putin.
Negara-negara barat juga belum ada yang mengucapkan duka cita. Bukan belum, mungkin memang tidak mau.
Malaysia juga tidak. Pun Mesir. Apalagi negara-negara Arab sekitarnya yang kini ikut jadi sasaran kemarahan Iran --karena ada pangkalan militer Amerika di negara-negara itu.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

