banner rmadan bupati

Jelang Lebaran, Pedagang Pakaian Keluhkan Penjualan Sepi

Jelang Lebaran, Pedagang Pakaian Keluhkan Penjualan Sepi

Jelang Lebaran, pedagang pakaian keluhkan penjualan sepi. -Hos-

OKES.NEWS- Menjelang Hari Raya Idulfitri, para pedagang pakaian di Pasar Saka Selabung mengaku penjualan tahun ini mengalami penurunan. Kondisi pasar yang biasanya mulai ramai beberapa pekan sebelum Lebaran justru terlihat lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Informasi OKU Selatan.

Sejumlah pedagang mengatakan jumlah pengunjung yang datang untuk berbelanja pakaian baru jauh berkurang. Bahkan, tidak sedikit pedagang yang harus menunggu cukup lama di kios mereka tanpa adanya transaksi yang berarti.

Salah seorang pedagang mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun sebelumnya penjualan menjelang Lebaran biasanya meningkat cukup signifikan, bahkan bisa mencapai dua kali lipat. Namun saat ini, banyak pengunjung yang hanya datang untuk melihat-lihat tanpa membeli.

Para pedagang menilai maraknya penjualan pakaian melalui platform online menjadi salah satu penyebab utama menurunnya jumlah pembeli di pasar tradisional. Saat ini banyak masyarakat lebih memilih berbelanja lewat aplikasi di ponsel karena dianggap lebih praktis dan mudah.

BACA JUGA:Bazar Pakaian Gratis TP PKK OKU Timur Diserbu Masyarakat

BACA JUGA:Peringatan Nuzulul Qur’an, Pemkab OKU Selatan Serahkan Bantuan Masjid

Selain kemudahan akses, berbagai penawaran menarik seperti diskon harga, gratis ongkos kirim, hingga pilihan model yang lebih beragam membuat toko online semakin diminati. Kondisi ini membuat pedagang pasar tradisional merasa kesulitan bersaing.

Padahal, para pedagang telah mempersiapkan berbagai jenis pakaian untuk menyambut momen Lebaran. Beragam produk seperti baju koko, gamis, hingga pakaian anak-anak sudah dipajang sejak beberapa minggu lalu dengan harapan dapat menarik minat pembeli.

Namun hingga saat ini, peningkatan penjualan belum terlihat signifikan. Beberapa pedagang bahkan mengaku hanya mampu menjual beberapa potong pakaian dalam sehari.

Selain faktor persaingan dengan toko online, kondisi ekonomi masyarakat juga dinilai turut memengaruhi daya beli. 

BACA JUGA:Kemenag OKU Selatan Tetapkan Zakat Fitrah 2026 Rp40 Ribu per Jiwa

BACA JUGA:Tebar Berkah Ramadan, Kapolres OKU Selatan Turun ke Jalan Bagikan Takjil

Banyak warga yang memilih untuk lebih berhemat dan memprioritaskan kebutuhan pokok dibandingkan membeli pakaian baru.

Meski demikian, para pedagang tetap berharap situasi pasar akan membaik menjelang hari-hari terakhir sebelum Lebaran. Biasanya, masyarakat mulai ramai berbelanja ketika waktu Idulfitri sudah semakin dekat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: