Program Bupati OKU

Motor Listrik vs Motor Bensin Mana Lebih Hemat dalam 3 Tahun? Ini Hitungan Nyatanya di 2026

Motor Listrik vs Motor Bensin Mana Lebih Hemat dalam 3 Tahun? Ini Hitungan Nyatanya di 2026

benar nggak sih motor listrik lebih hemat dibanding motor bensin? (Foto gemini.ai)--

OKES.NEWS - Di tengah naik-turunnya harga BBM dan tren kendaraan ramah lingkungan, banyak orang mulai melirik motor listrik sebagai alternatif harian. Tapi pertanyaannya sederhana: benar nggak sih motor listrik lebih hemat dibanding motor bensin dalam jangka waktu tertentu?

Dengan asumsi penggunaan normal di Indonesia tahun 2026, jawabannya cenderung mengarah ke “iya”—terutama kalau dilihat dari total biaya selama 3 tahun.

Simulasi Biaya Harian yang Realistis

Mari pakai skenario yang cukup umum: pemakaian motor sekitar 20 km per hari atau sekitar 7.300 km per tahun. Untuk motor bensin 110 cc, konsumsi rata-rata kita ambil 40 km per liter dengan harga Pertalite Rp10.000/liter. Sementara motor listrik diasumsikan mengonsumsi sekitar 0,05 kWh per km dengan tarif listrik Rp1.444,70 per kWh.

Hasilnya cukup menarik. Dalam setahun, biaya energi motor listrik hanya sekitar Rp500 ribuan, sedangkan motor bensin bisa tembus Rp1,8 jutaan. Kalau ditarik ke 3 tahun, selisih biaya energi saja sudah beda jauh: sekitar Rp1,5 jutaan vs Rp5,4 jutaan.

Harga Beli vs Biaya Jalan

Memang, dari sisi harga awal, motor bensin masih unggul. Kisaran Rp18 jutaan untuk motor 110 cc, sementara motor listrik kelas menengah ada di angka Rp20 jutaan.

Tapi keunggulan itu perlahan “tergerus” oleh biaya operasional. Servis motor bensin cenderung lebih mahal karena banyak komponen bergerak seperti oli mesin, busi, dan filter. Dalam 3 tahun, biaya servisnya bisa menyentuh Rp3,6 juta hingga Rp4,5 juta. Bandingkan dengan motor listrik yang relatif simpel, dengan estimasi Rp1,2 juta hingga Rp3 juta.

Belum lagi pajak tahunan. Motor listrik biasanya mendapat keringanan, bahkan bisa sangat rendah dibanding motor bensin yang tarifnya berbeda-beda tergantung daerah.

Total 3 Tahun Siapa Pemenangnya?

Kalau semua komponen digabung, total biaya motor listrik selama 3 tahun ada di kisaran Rp23 jutaan sampai Rp24 jutaan. Sementara motor bensin bisa mencapai Rp27 jutaan hingga Rp29 jutaan.

Artinya, ada potensi penghematan sekitar Rp3 juta sampai Rp6 juta dalam 3 tahun. Angka ini bisa lebih besar kalau pemakaian harian lebih tinggi atau harga BBM naik.

Kapan Motor Listrik Kurang Menguntungkan?

Meski terlihat unggul, motor listrik tidak selalu jadi pilihan terbaik untuk semua orang. Kalau motor jarang dipakai, selisih penghematan jadi kecil. Selain itu, kalau menggunakan sistem sewa baterai, biaya bulanan juga harus dihitung ulang.

Sementara motor bensin masih unggul dalam hal fleksibilitas, terutama untuk perjalanan jauh dan pengisian bahan bakar yang cepat.

Kesimpulan

Untuk penggunaan rutin di dalam kota, motor listrik bisa dibilang lebih hemat dalam jangka menengah seperti 3 tahun. Tapi keputusan tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan apakah Anda lebih mementingkan efisiensi jangka panjang atau kepraktisan jangka pendek.

Kalau dipakai setiap hari, motor listrik bukan cuma tren, tapi juga bisa jadi strategi hemat pengeluaran.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: