Program Bupati OKU

Warga Geruduk Kantor Bupati OKU Selatan Tuntut Transparansi Sengketa Lahan PT SAP

Warga Geruduk Kantor Bupati OKU Selatan Tuntut Transparansi Sengketa Lahan PT SAP

Sengketa lahan memanas, warga datangi Kantor Bupati OKU Selatan. (Foto: HOS)--

 

MUARADUA, OKES.NEWS - Konflik sengketa lahan antara masyarakat dan perusahaan perkebunan kembali memanas di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Puluhan warga dari sejumlah kecamatan mendatangi Kantor Bupati OKU Selatan pada Rabu, 20 Mei 2026, untuk menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan lahan oleh PT SAP yang dinilai merugikan masyarakat.

Kedatangan warga dilakukan sebagai bentuk protes atas pengelolaan lahan perusahaan yang dianggap tidak berjalan sesuai kesepakatan awal dengan pemilik lahan.

Audiensi berlangsung di ruang Bupati OKU Selatan dan dihadiri perwakilan masyarakat, pemerintah daerah, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Peserta audiensi berasal dari Kecamatan Muaradua, Buay Rawan, dan Tiga Dihaji. Mereka meminta adanya kepastian hukum dan penyelesaian yang adil terhadap lahan masyarakat yang hingga kini masih berada dalam penguasaan perusahaan.

Warga menilai selama lahan dikelola perusahaan tidak ada keterbukaan mengenai hasil pengelolaan maupun mekanisme pembagian keuntungan kepada pemilik lahan.

BACA JUGA: Khitanan Massal Gratis Polres OKU Timur Diserbu Warga, 91 Anak Ikut Sunatan

Bahkan, sejumlah masyarakat mengaku belum menerima hasil yang dianggap sesuai dengan kesepakatan awal.

Salah satu pemilik lahan, Haris, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut.

Ia menyebut memiliki lahan seluas 18 hektare yang masih dikelola PT SAP, namun hasil yang diterima hingga kini dinilai jauh dari harapan.

“Lahan saya ada 18 hektare yang saat ini masih dikelola PT SAP, tetapi hasil yang kami terima jauh dari harapan. Kami hanya meminta kejelasan dan penyelesaian yang adil,” ujarnya usai mengikuti audiensi.

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan dua tuntutan utama kepada perusahaan. Pertama, PT SAP diminta membuka secara transparan pengelolaan lahan serta sistem pembagian hasil kepada masyarakat.

Kedua, apabila tidak ditemukan solusi yang jelas, masyarakat meminta agar lahan mereka dikembalikan sepenuhnya kepada pemilik.

Masyarakat menilai persoalan sengketa lahan tersebut harus segera diselesaikan karena menyangkut hak ekonomi warga yang selama ini menggantungkan penghidupan dari lahan tersebut.

Meski demikian, warga menegaskan aksi penyampaian aspirasi dilakukan secara damai melalui jalur musyawarah dan dialog.

BACA JUGA:Kepala Sekolah di OKU Diminta Tangguh Hadapi Sorotan Publik

Pemerintah Kabupaten OKU Selatan yang memfasilitasi audiensi menyatakan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi masyarakat dan berupaya menjadi mediator dalam penyelesaian konflik tersebut.

“Kami akan menerima seluruh aspirasi masyarakat dan meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” ujar salah satu pejabat yang hadir dalam pertemuan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SAP belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan masyarakat.

Warga menegaskan akan terus mengawal proses penyelesaian sengketa lahan tersebut hingga hak-hak masyarakat benar-benar dipenuhi sesuai kesepakatan awal.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: