Gerakan Tanam Padi Digencarkan di OKU Selatan, Antisipasi Dampak El Nino
Dalam upaya mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi sektor pertanian tahun ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan melaksanakan Pencanangan Gerakan Tanam Padi di Lingkungan V--
OKU - OKES.NEWS - Dalam upaya mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi sektor pertanian tahun ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan melaksanakan Pencanangan Gerakan Tanam Padi di Lingkungan VI Talang Sebaris, Kelurahan Kisau, Kecamatan Muaradua.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjaga kestabilan produksi pangan daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat, khususnya para petani.
Program Gerakan Tanam Padi ini melibatkan berbagai pihak lintas sektor, mulai dari Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Kodim 0403/OKU, Polres OKU Selatan, Badan Pusat Statistik (BPS), Camat Muaradua, Lurah Kisau, hingga kelompok tani setempat sebagai pelaksana utama di lapangan.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda OKU Selatan, Zulfakar Dhani.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa gerakan tanam padi menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus meminimalkan dampak El Nino terhadap hasil panen petani.
BACA JUGA:Jembatan Teriti Putus Diterjang Banjir, BNPB RI Turun Tangan
Ia menjelaskan, cuaca ekstrem akibat El Nino berpotensi mengurangi pasokan air di lahan pertanian. Karena itu, diperlukan langkah antisipatif sejak dini agar produksi padi tetap terjaga dan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi.
“Melalui program ini, pemerintah berharap para petani tetap termotivasi untuk terus menanam dan meningkatkan hasil produksi pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan OKU Selatan, Taufikurahman, menyatakan dukungannya terhadap program yang digagas Bapanas tersebut.
Menurutnya, pihaknya siap bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program berjalan maksimal.
Ia menambahkan, Gerakan Tanam Padi juga menjadi bagian dari target peningkatan produksi pangan di Provinsi Sumatera Selatan dengan sasaran mencapai 5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Target tersebut, kata dia, membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para petani.
Para petani yang mengikuti kegiatan itu menyambut positif program tersebut. Mereka berharap dukungan pemerintah tidak berhenti pada seremoni pencanangan saja, tetapi juga diwujudkan melalui bantuan sarana produksi pertanian seperti benih unggul, pupuk, hingga pendampingan teknis guna meningkatkan hasil panen.
Melalui Gerakan Tanam Padi di Kecamatan Muaradua ini, pemerintah berharap produktivitas petani tetap terjaga serta ketahanan pangan nasional semakin kuat di tengah tantangan perubahan iklim global.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
