Delapan Infrastruktur di OKU Selatan Rusak Segera Diperbaiki Lewat Dana Darurat 2026
Ilustrasi --
OKU SELATAN- OKES.NEWS - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan bergerak cepat menyiapkan penanganan delapan titik infrastruktur yang rusak akibat bencana alam melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT) Tahun 2026.
Langkah tersebut menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan akses transportasi masyarakat, terutama pada jalur-jalur penting penghubung antarwilayah di OKU Selatan.
Adapun delapan titik yang menjadi prioritas penanganan meliputi Jembatan Bunut Mekakau, Jalan Amblas Bumi Jaya, Jembatan Gantung Campang Jaya, dua jembatan di ruas Teluk Agung–Pulau Duku, Jalan Amblas Sinar Marga di Kecamatan Mekakau Ilir, Jalan Sukaraja Mekakau Ilir, serta ruas Simpang Jaya–Padang Bindu di Desa Pajar Bulan.
Rencana percepatan perbaikan tersebut telah dibahas dalam rapat Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten OKU Selatan sebagai bagian dari penyusunan pembiayaan darurat melalui anggaran BTT.
BACA JUGA:Semen Baturaja Latih 60 Guru Manfaatkan AI untuk Materi Ajar Interaktif
Kepala Dinas PU-TR OKU Selatan, A. Farid Effendi, menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya agar proses perbaikan segera dilaksanakan demi mengembalikan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Pemerintah daerah berkomitmen mempercepat perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana agar akses masyarakat kembali lancar, khususnya pada jalur utama penghubung antarwilayah,” ujarnya, Jumat (22/5/2026).
Farid menjelaskan, sejumlah titik yang mengalami kerusakan memiliki peran penting karena menjadi akses utama distribusi barang, kegiatan ekonomi warga, hingga pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Sementara itu, terkait kondisi Jembatan Teriti, pemerintah daerah masih menunggu hasil kajian teknis dari tim ahli jembatan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.
“Hasil kajian nantinya akan menjadi dasar apakah jembatan cukup diperbaiki atau perlu dibangun ulang secara total,” jelasnya.
BACA JUGA:Pria di OKU Bakar Rumah Sendiri Diduga Alami Gangguan Kejiwaan
Meski menunggu hasil kajian, penanganan darurat di Jembatan Teriti telah dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana guna mencegah kerusakan semakin parah.
Saat ini jembatan tersebut masih dapat dilalui kendaraan, namun pemerintah memberlakukan pembatasan beban maksimal satu ton demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan berharap dukungan anggaran melalui BTT Tahun 2026 dapat mempercepat pemulihan seluruh infrastruktur terdampak sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan konektivitas antarwilayah tetap terjaga.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
