Jalan Ambles 5 Meter di OKU Selatan, Siswa Harus Putar Jauh ke Sekolah
Jalan Desa Sipatuhu ambles 5 meter, siswa harus putar jauh ke sekolah. (Foto: Istimewa)-(Foto: Istimewa)-
OKU SELATAN, OKES.NEWS - Bencana tanah longsor yang melanda Desa Sipatuhu, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan, pada Kamis (21/5/2026), menyebabkan akses jalan utama warga terputus total setelah badan jalan mengalami ambles cukup parah.
Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu malam.
Derasnya aliran air merusak gorong-gorong di bawah jalan hingga akhirnya badan jalan runtuh dan amblas dengan kedalaman lebih dari lima meter.
Dari hasil pendataan di lokasi, jalan yang rusak memiliki panjang sekitar 7,5 meter, lebar 4 meter, dan kedalaman mencapai 5,5 meter.
Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Akibat putusnya akses tersebut, masyarakat Desa Sipatuhu dan wilayah sekitar kini harus menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
BACA JUGA:Video Tersebar di Sekolah! Remaja di OKU Ditangkap Polisi Diduga Rudapaksa Pelajar
Dampak paling terasa dialami para pelajar yang setiap hari melintasi jalan itu menuju sekolah.
Salah seorang warga mengatakan para siswa kini harus berangkat lebih awal karena harus memutar melalui jalan lain agar tidak terlambat mengikuti kegiatan belajar.
Jalan yang terdampak longsor diketahui menjadi akses utama menuju SMKN 2 Banding Agung dan SMPN 2 Banding Agung, sehingga banyak siswa terpaksa menyesuaikan waktu keberangkatan mereka.
Tidak hanya pelajar, para petani dan pedagang kecil juga mengaku kesulitan akibat rusaknya jalan tersebut.
Distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi warga ikut terganggu karena kendaraan pengangkut tidak bisa melewati jalur utama desa.
Menanggapi kejadian itu, Pemerintah Kabupaten OKU Selatan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan menjelaskan pihaknya menerima laporan kejadian pada Kamis pagi sekitar pukul 08.32 WIB.
Setelah menerima laporan, tim segera diterjunkan guna melakukan kaji cepat dan pengukuran tingkat kerusakan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
