Program Bupati OKU

DBD Renggut 11 Nyawa di SUMSEL

DBD Renggut 11 Nyawa di SUMSEL

Gubernur Sumsel Herman Deru--

SUMSEL - Selama lima bulan di tahun ini, sudah 11 orang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Sumatera Selatan (SUMSEL).

Mereka bagian dari 1.426 kasus DBD yang tercatat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel dan Dinkes Kabupaten/Kota selama periode Januari-Mei.

Target CFR di bawah 0,4 persen dari total kasus yaitu terdapat 1 kematian di antara 100 kasus dengue terlewati.  Dengan 11 kematian di antara 1.426 kasus Dengue, artinya CFR di Sumsel 0,77 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan, kasus DBD tertinggi pada tahun ini terjadi pada Januari lalu, dengan jumlah warga yang terjangkit mencapai 444 orang. 

Kemudian, Februari 402 kasus, Maret 305 kasus, April 239 kasus, dan Mei 36 kasus. "Secara keseluruhan, angka kasus DBD terus menurun dari Januari hingga Mei, seiring menurunnya curah hujan yang terjadi di wilayah Sumsel.

Juga berbagai kegiatan pencegahan yang dilakukan dan program vaksinasi yang digencarkan sejak akhir  tahun lalu," bebernya.

BACA JUGA:Sumur Baru Pertamina di Muara Enim Sukses Produksi 643 Barel Minyak per Hari

Berdasarkan data itu, sebaran kasus tertinggi di kota Palembang, masih sama trennya seperti tahun-tahun sebelumnya. Dari total 1.426 kasus DBD, terbanyak kejadian di Palembang dengan 413 kasus, dengan 1 kematian.

Kemudian Muara Enim 281 kasus dengan 2 kematian, Ogan Ilir 141 kasus dengan 1 kematian, Lubuklinggau 109 kasus dengan 2 kematian, dan Banyuasin 85 kasus dengan 2 kematian.

Lalu, OKU Timur 82 kasus, Lahat 80 kasus, Muba 53 kasus dengan 1 kematian, OKI 44 kasus, PALI 34 kasus dengan 1 kematian, Muratara 35 kasus, dan Mura 34 kasus.

Kemudian, Prabumulih 14 kasus, OKU 11 kasus, Pagar Alam 5 kasus dengan 1 kematian, Empat Lawang 4 kasus, dan OKU Selatan 1 kasus.

Ira menambahkan jumlah kasus DBD pada tahun ini mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya.

Pada 2025, jumlah DBD mencapai 2.084 kasus dan 2024 menjadi yang tertinggi dengan 4.430 kasus. "Sedangkan angka kematian pada 2024  sebanyak 37 orang dan 2025 turun menjadi 20 orang," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: