Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi MBG, Ini Profil dan Jejak Kariernya
Photo Disway.id--
JAKARTA, OKES.NEWS – Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2025–2026.
Penetapan tersangka diumumkan oleh Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) setelah penyidik mengantongi alat bukti yang dinilai cukup untuk meningkatkan status hukum sejumlah pejabat di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, menyampaikan bahwa selain Dadan Hindayana, penyidik juga menetapkan dua pejabat lainnya sebagai tersangka, yakni SS selaku Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi dan LP selaku Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan.
“Berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan DH, SS, dan LP sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Syarief dalam keterangannya.
Penetapan tersebut terjadi hanya sehari setelah Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional pada Selasa (2/6/2026).
Dalam keputusan tersebut, Dadan Hindayana bersama dua wakilnya dicopot dari jabatan masing-masing. Presiden kemudian menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Akademisi IPB yang Berkarier Hingga Puncak BGN
Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi dan peneliti yang memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan tinggi sebelum dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional.
Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 10 Juli 1967 tersebut merupakan alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana pada Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT), Fakultas Pertanian IPB pada tahun 1990 dan tercatat sebagai salah satu lulusan terbaik di angkatannya.
Prestasi akademiknya mengantarkan Dadan masuk dalam jajaran Top 100 Alumni IPB yang berpengaruh.
Pada periode 1995 hingga 1997, Dadan melanjutkan pendidikan di Jerman melalui program penyetaraan akademik di Universitas Rheinischen Friedrich-Wilhelms Bonn.
Karier akademiknya semakin berkembang setelah berhasil meraih gelar doktor dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover pada tahun 2000 dengan spesialisasi Entomologi Terapan.
Sejak 1992, Dadan mengabdikan diri sebagai dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB. Selain aktif mengajar dan melakukan penelitian, ia juga dipercaya menduduki berbagai posisi strategis di lingkungan kampus maupun lembaga nasional.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
