Sumur Minyak Ilegal Meledak, Tiga Warga Batanghari Leko Alami Luka Bakar
Praktik illegal drilling atau penambangan minyak ilegal kembali memakan korban. Tiga warga Kecamatan Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mengalami luka bakar serius setelah sebuah lokasi sumur minyak ilegal di kawasan perbatasan Kabupaten M--
SUMSEL - Praktik illegal drilling atau penambangan minyak ilegal kembali memakan korban. Tiga warga Kecamatan Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), mengalami luka bakar serius setelah sebuah lokasi sumur minyak ilegal di kawasan perbatasan Kabupaten Muba dan Musi Rawas Utara (Muratara) meledak dan menyebabkan kebakaran hebat.
Ketiga korban merupakan warga Desa Pangkalan Bulian, yakni Agung, Adam, dan Tomi. Mereka dievakuasi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekayu pada Rabu (22/7).
Humas RSUD Sekayu, Andodi, membenarkan bahwa ketiga korban telah mendapatkan penanganan medis sejak tiba di rumah sakit. Menurutnya, kondisi dua korban cukup mengkhawatirkan karena mengalami luka bakar hampir di seluruh tubuh.
"Adam dan Tomi mengalami luka bakar sangat parah, mencapai sekitar 90 persen. Sementara Agung mengalami luka bakar sekitar 30 persen pada bagian kaki," ujar Andodi.
Ia menambahkan, saat menjalani pemeriksaan awal, Agung mengaku luka yang dialaminya berasal dari kebakaran rumah. Pihak rumah sakit tetap fokus memberikan penanganan medis tanpa mencampuri proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.
Aparat kepolisian masih melakukan koordinasi terkait lokasi pasti kejadian. Pasalnya, muncul perbedaan informasi mengenai wilayah hukum tempat kebakaran terjadi.
Kanit Reskrim Polsek Batanghari Leko, Iptu Zulfikri, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, lokasi kebakaran tidak berada di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. "Untuk lokasi kejadian masuk wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara," cetusnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Muratara, Iptu Joni Jamaris membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, dia belum dapat memastikan lokasi kejadian tersebut apakah masuk wilayah Muratara atau wilayah Musi Banyuasin.
"Lokasinya itu belum dapat dipastikan masuk wilayah mana, karena letaknya berada di perbatasan, jadi belum bisa kita pastikan. Sedangkan untuk korban sendiri sudah dibawa ke RS di Palembang,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: