Banner hut oku

iQOO Neo12 Bakal Bawa Layar 2K 185Hz Pertama di Dunia? Ini Bocorannya

iQOO Neo12 Bakal Bawa Layar 2K 185Hz Pertama di Dunia? Ini Bocorannya

iQOO Neo12 (Foto gsmarena)--

OKES.NEWS - Kabar menarik datang dari dunia smartphone gaming. iQOO Neo12 disebut-sebut bakal jadi ponsel pertama dengan layar yang kombinasi spesifikasinya belum pernah ada sebelumnya. Penasaran? Simak bocoran lengkapnya.

Spesifikasi Layar iQOO Neo12: OLED 2K dengan Refresh Rate 185Hz

Menurut bocoran dari Digital Chat Station di Weibo, Visionox sedang menyiapkan panel OLED beresolusi 2K dengan refresh rate 185Hz. Kalau benar, ini akan jadi layar pertama di dunia yang diproduksi massal dengan kombinasi dua spek tersebut.

Selama ini, layar 2K biasanya mentok di 120Hz atau 144Hz, sementara refresh rate tinggi lazimnya hadir di resolusi 1.5K. Jadi, kombinasi ini terasa seperti jalan tengah yang selama ini ditunggu pengguna gaming: tajam sekaligus super mulus.

Material Luminescent Baru: Lebih Terang dan Awet?

Bukan cuma soal angka. Panel ini katanya memakai material luminescent generasi baru yang diklaim membawa peningkatan pada kecerahan, usia pakai, dan performa tampilan secara keseluruhan.

Bagi yang sering main game berjam-jam, daya tahan panel memang penting. Layar OLED yang cepat redup atau mengalami burn-in tentu jadi momok tersendiri.

Chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan Kipas Aktif

Soal dapur pacu, rumor sebelumnya menyebut iQOO Neo12 ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5. iQOO juga dikabarkan sedang menguji kipas pendingin aktif. Namun, belum jelas apakah fitur ini bakal masuk ke versi final atau hanya sebatas eksperimen internal.

Kapan iQOO Neo12 Rilis?

DCS menyebut panel ini akan dipakai di perangkat iQOO yang meluncur akhir bulan ini. Mengingat iQOO Neo11 debut Oktober tahun lalu, Neo12 jadi kandidat paling masuk akal.

Pandangan Kami: Layar Kencang, Tapi Baterai Jadi Pertanyaan

Dari sudut pandang pengguna, layar 2K 185Hz memang menggiurkan untuk game kompetitif. Tapi di sisi lain, resolusi tinggi dan refresh rate besar biasanya cukup boros daya. Jadi, tantangan sesungguhnya ada di efisiensi baterai dan manajemen panas, dan di sinilah kipas aktif bisa jadi pembeda. Kita tunggu saja pengumuman resminya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: