Wavelink–1: Konsep Perekam Audio Portabel yang Viral
Wavelink–1 (Foto istimewa)--
OKES.NEWS - Pernah lihat render perekam audio portabel yang bentuknya mirip smartphone, serba putih bersih dengan aksen merah menyala, lalu langsung kepikiran, “Ini harus ada di tasku!”? Kalau iya, kamu mungkin sudah berpapasan dengan Wavelink–1. Sayangnya, sebelum buru-buru cari toko online, ada satu fakta penting: perangkat ini belum ada versi jualnya.
Apa Itu Wavelink–1? Bukan Produk Jualan, Tapi Konsep Desain
Wavelink–1 adalah konsep perekam audio portabel buatan desainer industri Siddharth Jindal. Proyek ini dikerjakan selama satu bulan pada 2023 sebagai tugas akademik di National Institute of Design, Haryana. Karyanya kemudian tampil di Behance pada April 2024 dan diangkat oleh Design Burger lewat akun Instagram @siddharthinator.
Jadi, kalau kamu menemukan gambar-gambar kerennya, itu adalah visualisasi desain, bukan foto perangkat yang sudah diuji atau diproduksi.
Kenapa Wavelink–1 Dibuat? Cerita di Balik Desainnya
Awalnya Jindal memakai Tascam DR-40X untuk proyek film di semester empat. Ia suka kemampuannya, tetapi merasa layarnya kurang nyaman, bodinya bongsor, dan kontrolnya ribet. Dari rasa frustrasi itulah lahir Wavelink–1: perekam yang lebih ramping, layarnya lebih jelas, dan cara pakainya lebih sederhana. Perlu dicatat, ini bukan kolaborasi resmi dengan Tascam ya.
Menurut pandangan saya sebagai penulis yang sering membahas gadget, pendekatan seperti ini justru menarik. Banyak produk lahir dari spesifikasi, sedangkan konsep ini lahir dari keluhan pengguna nyata.
Spesifikasi Wavelink–1 yang Diusulkan
Semua detail di bawah ini berasal dari presentasi sang desainer, bukan hasil pengujian independen.
Bodinya berupa unibody aluminium berlapis powder-coat putih matte dengan aksen merah pada kontrol dan port. Layarnya OLED dengan antarmuka dominan hitam. Di bagian mikrofon, ada bilah stainless-steel berlubang yang menyimpan mikrofon stereo, ditambah dua mikrofon lain di sisi untuk menangkap suara ambient.
Untuk koneksi, tersedia dua port mini-XLR untuk mikrofon eksternal, jack 3,5 mm untuk monitoring headphone, serta USB-C untuk transfer dan pengisian daya. Konsepnya juga menyebut perekaman empat kanal dan lubang dudukan tripod standar.
Kontrol dan Antarmuka: Fokus pada Pemakaian Satu Tangan
Ini bagian yang menurut saya paling cerdas. Dua dial di sisi kanan mengatur gain mikrofon bawaan dan volume output, sedangkan saklar daya di sisi kiri diberi aksen hijau terang. Tujuannya jelas: bisa dioperasikan dengan satu tangan saat kamu sibuk memegang kamera atau berpindah lokasi.
Antarmuka layarnya memakai teks putih di latar hitam dengan sorotan merah tua, lengkap dengan animasi untuk layar kunci, layar rekam, dan menu utama. Belum jelas apakah layarnya sensitif sentuh, karena penjelasan resminya tidak menyebutkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
