My Phone: HP Modular Baterai 24.000 mAh dengan Kamera Zoom 5x
My Phone konsep smartphone modular karya desainer asal Belarus, Andrey Avgust (Foto designwanted)--
OKES.NEWS - Pernah kepikiran HP yang bisa tipis dan ringan buat harian, lalu tebal dan bertenaga saat butuh main game atau rekam video berat. Itulah ide di balik My Phone, konsep smartphone modular karya desainer asal Belarus, Andrey Avgust. Konsep ini muncul sekitar April-Mei 2022 dan sempat ramai di situs inspirasi desain. Tapi ingat, ini murni konsep, bukan produk yang dijual.
Apa Itu My Phone, Smartphone Modular Berbahan Stainless Steel?
My Phone adalah konsep ponsel bodi baja tahan karat dengan modul belakang yang bisa dilepas-pasang. Modul itu membawa tambahan baterai, RAM, dan GPU berorientasi gaming. Kalau modulnya dilepas, kamu tinggal punya HP yang lebih ramping untuk telepon, chat, dan scrolling.
Desainnya juga beda dari tren sekarang. Bentuknya persegi dengan sudut tajam, layar datar edge-to-edge, dan tampilan off-white yang kalem. Banyak media bilang nuansanya mengingatkan pada Sony Xperia lawas.
Pilihan Baterai: Dari 6.000 sampai 24.000 mAh
Bagian yang paling bikin penasaran adalah baterainya. Ada varian 6.000 mAh, 12.000 mAh, dan 24.000 mAh. Baterai yang dilepas juga bisa dipakai sebagai power bank, jadi satu komponen punya dua fungsi. Ada dua port USB-C di casing baterai, satu untuk pengisian dari luar dan satu terhubung langsung ke ponsel.
Versi 101 Basic vs 102 Pro: Bedanya di Kamera
Konsep ini hadir dalam dua model. 101 Basic adalah konfigurasi sederhana. 102 Pro menambahkan sistem kamera dengan panjang fokus variabel, dari 25 mm (wide), 50 mm (potret), sampai 125 mm dengan zoom optik 5x. Alih-alih deretan kamera seperti HP flagship zaman sekarang, ia memakai satu sensor besar.
Kenapa Konsep HP Modular Selalu Sulit Jadi Kenyataan?
Di sinilah sudut pandang saya. Ide modular itu sebenarnya sudah beberapa kali dicoba industri. Google pernah punya Project Ara yang akhirnya dibatalkan, dan Motorola menjual Moto Mods untuk seri Moto Z. Hasilnya, tidak ada yang benar-benar jadi arus utama.
Menurut saya, masalahnya ada pada tiga hal:
• Ketebalan: Pengguna sudah terbiasa dengan HP tipis. Bahkan di 2022, desain ini dianggap tebal, apalagi saat modulnya terpasang.
• Biaya produksi: Sambungan modular yang awet dan tahan air jelas jauh lebih mahal daripada bodi tertutup biasa.
• Ekosistem: Modul butuh dukungan jangka panjang dari pabrikan, dan itu jarang terjadi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
