Godox C100: Kamera Tanpa Layar yang Unik dan Murah
Godox C100 (Foto cnet)--
OKES.NEWS - Bayangkan kamera yang tidak punya layar belakang, tidak bisa lihat hasil foto langsung, dan resolusinya cuma 2 MP. Kedengarannya aneh kalau ada orang mau beli. Tapi Godox C100 justru mencuri perhatian komunitas fotografi sejak diumumkan 2026, dan alasannya mungkin tidak seperti yang kamu kira.
Apa Itu Godox C100 dan Kenapa Ramai Dibicarakan?
Godox C100 adalah kamera pertama dari Godox, produsen yang selama ini lebih dikenal lewat lampu flash dan peralatan studio. Bentuknya super mungil, ukurannya 104,1 x 71,7 x 19,1 mm dengan bobot sekitar 65 gram. Harga peluncurannya sekitar US$45, atau kira-kira Rp700 ribuan jika dikonversi kasar, belum termasuk bea masuk dan margin penjual lokal.
Daya tarik utamanya adalah transparent viewfinder, yaitu panel bening yang membuatmu melihat langsung ke pemandangan sambil membaca informasi seperti mode, garis bingkai, dan baterai yang ditampilkan di atasnya. Tidak ada layar untuk memutar ulang foto. Hasil baru bisa dilihat setelah kamera disambungkan ke ponsel atau komputer lewat USB-C.
Spesifikasi Godox C100 yang Perlu Kamu Tahu
Foto dan video diambil dalam resolusi sekitar 2 MP (1920 x 1080), dengan video 1080p di 30 fps. Pilihan rasio gambarnya 16:9, 4:3, 3:2, dan 1:1. Penyimpanan memakai microSD hingga 128 GB, dan kamera ini tidak punya memori internal. Jadi jangan lupa beli kartu memori sendiri kalau memilih paket dasar. Baterainya tertanam dan bisa dipakai lebih dari 1,5 jam non-stop.
Godox C100 sebagai Light Meter: Fitur yang Paling Masuk Akal
Di sinilah C100 benar-benar bersinar. Putar saklar ke mode meter, dan kamera berubah jadi pengukur cahaya saku untuk fotografi film. Metering-nya center-weighted di sekitar 25% area tengah bingkai. Kamu mengatur dua variabel, lalu kamera menghitung yang ketiga.
Rentang pengaturannya cukup lengkap:
• ISO 100 sampai 800
• Aperture f/1.0 sampai f/64
• Shutter speed 1 detik sampai 1/8000 detik
• Penyesuaian per 1/3 stop
Menurut pengujian DPReview, hasil ukurnya konsisten dengan metering kamera mirrorless. Kekurangannya, batas ISO 800 akan merepotkan pengguna film cepat seperti ISO 1600, karena kamu harus menghitung kompensasinya sendiri.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
