Meski ramah lingkungan, baterai ini tetap punya performa yang sebanding dengan baterai lithium ukuran kecil, bahkan saat digunakan di arus tinggi.
Chitosan juga punya peran penting dalam mengurangi masalah korosi zinc yang sering jadi momok di baterai jenis ini.
Liangbing Hu yakin bahwa ini baru awal dari revolusi baterai ramah lingkungan. Bayangin aja, kalau di masa depan semua komponen baterai bisa terurai dengan sendirinya. Ini bakal jadi langkah besar menuju keberlanjutan global.
Penemuan ini jadi angin segar buat masa depan teknologi baterai.
Selain mendukung energi terbarukan, inovasi ini juga bantu mengurangi masalah limbah elektronik yang selama ini bikin pusing.