Di lokasi-lokasi tersebut, mereka melakukan kegiatan sosial berupa pemasangan spanduk, stiker peringatan bencana, serta peta rawan bencana di titik-titik strategis.
Upaya ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana serta memberikan panduan penanggulangannya.
BACA JUGA:Makan Bergizi Gratis di OKU Timur Baru Capai 36 Persen dari Total Sasaran
Ketua panitia kegiatan, Nabila Azzahra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap keselamatan masyarakat.
“Melalui workshop ini, kami berharap masyarakat semakin memahami risiko bencana di sekitar mereka dan mampu mengambil langkah konkret untuk meminimalkan dampaknya,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, pembagian sertifikat kepada peserta, serta sesi foto bersama antara panitia, narasumber, dan peserta. Sebagai penutup simbolis, dilakukan pula kegiatan penanaman pohon mangrove di beberapa titik desa.
Diharapkan, setelah kegiatan ini masyarakat Desa Sukamaju dan sekitarnya menjadi lebih siap dan tanggap menghadapi potensi bencana, serta dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun budaya sadar bencana.