OKES.NEWS - Teknologi laptop berbasis AI makin matang di awal 2026. Bukan cuma gimmick, kini kehadiran NPU dengan performa 40–50+ TOPS benar-benar terasa manfaatnya, mulai dari AI generatif, editing video berat, hingga fitur produktivitas harian seperti Windows Copilot, Studio Effects, dan AI rendering. Di Februari 2026, pilihan laptop AI di Indonesia semakin lengkap, dari kelas super kencang hingga ultrabook super irit daya.
Berikut rangkuman laptop AI terbaru yang paling layak dilirik, ditulis dengan perspektif pengguna sehari-hari, bukan sekadar spesifikasi di atas kertas.
Model Paling Kencang Untuk AI Generatif, Editing, dan Gaming Berat
Jika kebutuhan kamu berkaitan dengan AI generatif, rendering 3D, editing video 4K–8K, atau bahkan training model AI skala kecil, laptop di kelas ini adalah jawabannya. Ciri utamanya jelas prosesor high-end, GPU RTX 50-series, dan NPU di atas 50 TOPS.
MSI Stealth A16 AI+ menjadi salah satu yang paling menarik secara seimbang. Mengusung AMD Ryzen AI 9 HX 370, laptop ini menawarkan kombinasi CPU kencang, NPU kuat, dan efisiensi daya yang relatif lebih baik dibanding laptop gaming konvensional. Layar OLED QHD+ 240Hz membuatnya cocok untuk kreator visual, sementara baterai 90Wh masih tergolong awet untuk kelas performa tinggi. Di Indonesia, estimasi harga berada di kisaran Rp32–44 jutaan, tergantung konfigurasi.
Untuk pengguna ekstrem, ASUS ROG Strix Scar 18 jelas tak main-main. Prosesor Intel Core Ultra 9 275HX dipadukan dengan GPU RTX 5090 menjadikannya monster performa untuk AI power user. Laptop ini bukan soal portabilitas, melainkan kekuatan mentah dan sistem pendingin kelas atas. Dengan harga Rp42–76 juta, ini adalah pilihan serius untuk profesional dan gamer hardcore.
Menariknya, Acer Nitro V 16 AI hadir sebagai “kuda hitam”. Dengan Ryzen AI 9 465 dan RTX 5070, performa AI rendering dan gaming tetap tinggi, namun harga mulai Rp13 jutaan membuatnya sangat menggoda bagi pengguna yang ingin masuk ke dunia laptop AI kencang tanpa menguras dompet.
Model Hemat Daya Tipis, Ringan, dan AI Selalu Aktif
Beralih ke segmen hemat daya, laptop AI di kelas ini lebih fokus pada efisiensi, portabilitas, dan daya tahan baterai. Cocok untuk mahasiswa, pekerja hybrid, hingga content creator ringan.
ASUS Vivobook S 14 OLED menjadi favorit banyak orang. Dengan Ryzen AI 9 365 dan NPU 50 TOPS, laptop ini sanggup menjalankan fitur AI Windows secara lokal tanpa boros daya. Bobotnya ringan, layarnya OLED, dan harga Rp15–20 jutaan tergolong sangat kompetitif di 2026.
Acer Swift Go 14 AI menawarkan pendekatan berbeda lewat Intel Core Ultra X9 388H. Selain performa AI yang solid, pengalaman penggunaan terasa premium berkat haptic touchpad berbasis AI dan baterai yang bisa tembus belasan jam. Cocok untuk pengguna profesional yang sering mobile.
Sementara itu, Lenovo IdeaPad Slim 5 hadir sebagai opsi paling rasional. Dengan Ryzen AI 5 340, laptop ini memang bukan yang paling kencang, tapi cukup untuk fitur AI seperti Live Caption dan Recall. Bobot ringan dan harga Rp10–15 jutaan membuatnya ideal untuk mahasiswa dan pekerja kantoran.