OKES.NEWS - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 membukukan performa keuangan yang kuat sepanjang 2025, sejalan dengan peningkatan produksi minyak dan gas bumi.
Sepanjang tahun tersebut, PEP Zona 4 mencatat pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$887,44 juta.
Realisasi ini melampaui target yang telah ditetapkan perusahaan sebesar US$865,96 juta.
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari penerapan efisiensi serta keandalan operasional yang konsisten.
Menurutnya, perusahaan terus menjaga kesehatan kinerja keuangan sekaligus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.
BACA JUGA:Pertamina EP Adera Field Tingkatkan Produksi Migas dengan Teknologi Velocity String
Dari sisi operasional, PEP Zona 4 berhasil menekan biaya produksi migas. Pada 2025, production cost tercatat US$9,37 per barel setara minyak (BOE), lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$10,49 per BOE.
Efisiensi juga terlihat pada biaya operasi. Operating cost PEP Zona 4 sepanjang 2025 berada di level US$11,18 per BOE, turun dari US$11,63 per BOE pada 2024.
Kinerja keuangan yang positif tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan produksi migas. Produksi minyak tercatat mencapai 27.642 barel per hari (BOPD), atau naik 6,6 persen dibandingkan 2024.
Sementara produksi gas berhasil menyentuh angka 530,9 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
BACA JUGA:Pertamina EP Zona 4 Gelar Bulan K3 2026, Targetkan Zero LTI
Djudjuwanto menegaskan, peningkatan produksi migas menjadi pilar utama dalam menjaga kinerja keuangan perusahaan.
Melalui pengendalian biaya yang ketat serta optimalisasi lapangan secara berkelanjutan, PEP Zona 4 mampu mempertahankan stabilitas operasional dan finansial.