Karena itu, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kualitas air yang digunakan setiap hari.
Selain memberikan edukasi, tim juga melakukan pemeriksaan sederhana terhadap sampel air yang dibawa warga.
Pengujian dilakukan untuk melihat tingkat kejernihan, bau, dan kemungkinan adanya pencemaran. Langkah ini diharapkan dapat memberi gambaran awal mengenai kondisi air yang digunakan masyarakat.
Proses pemeriksaan berlangsung secara terbuka dan interaktif. Warga terlihat aktif menyaksikan tahapan pengecekan sekaligus bertanya mengenai cara menjaga kebersihan sumber air, baik dari sumur gali, sumur bor, maupun penampungan air hujan.
BACA JUGA:Kampoeng Kenzo Desa Kemu Berpotensi Jadi Ikon Wisata Baru OKU Selatan
BACA JUGA:Putra OKU Selatan Ilham Hapisin Sabet Runner Up II Duta Pariwisata Sumsel 2026
Menurut tim, kegiatan ini merupakan bentuk upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Edukasi yang disertai deteksi dini dinilai efektif untuk menekan risiko penyakit akibat sanitasi buruk dan air yang tidak higienis.
Mereka berharap setelah mengikuti kegiatan tersebut, masyarakat semakin sadar pentingnya merawat sumber air, menjaga saluran pembuangan, serta memastikan lingkungan sekitar tetap bersih.
Camat Runjung Agung melalui perwakilannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif komunitas dalam meningkatkan pemahaman warga terkait kesehatan lingkungan.
Ia menilai kolaborasi antara komunitas dan pemerintah sangat diperlukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
BACA JUGA:Sambut Ramadhan 1447 H, Pemkab OKU Selatan Gelar Doa Bersama
BACA JUGA:Longsor Kembali Terjadi di Liku Jagok OKU Selatan, Jalan Licin dan Berbahaya
Menurutnya, kegiatan semacam ini membawa dampak positif dan layak dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat terus tumbuh.
Sejumlah peserta mengaku memperoleh wawasan baru setelah mengikuti sosialisasi tersebut.
Mereka menyadari bahwa menjaga kualitas air bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan juga peran setiap individu.