Tekor Rp8 Triliun, Chelsea Terancam Jual Pemain Bintang

Minggu 01-03-2026,14:52 WIB
Reporter : Gus Munir
Editor : Aris Munandar

Nama Cole Palmer dan Enzo Fernandez tetap ramai dikaitkan dengan minat klub lain.

Pakar keuangan sepak bola, Adam Williams, menilai masalah utama Chelsea terletak pada ketentuan UEFA yang tidak mengakui keuntungan dari penjualan tim wanita. 

Dalam wawancaranya dengan The Chelsea Chronicle, ia menjelaskan bahwa Chelsea kini berada dalam masa penyelesaian pelanggaran dan diwajibkan mencapai kondisi keuangan yang seimbang dalam tiga tahun ke depan.

Williams juga mengungkapkan bahwa sejak pergantian kepemilikan, Chelsea terus mencatat kerugian hingga 200 juta poundsterling per musim, bahkan sebelum memperhitungkan aktivitas jual beli pemain. 

Jika kembali melanggar aturan, sanksi berat seperti denda besar hingga larangan tampil di Liga Champions bisa saja dijatuhkan.

BACA JUGA:Liverpool Kalahkan Chelsea, Datangkan Jeremy Jacquet Seharga Rp1,4 Triliun

BACA JUGA:Manchester United Bidik Cole Palmer, Chelsea Patok Harga Fantastis 200 Juta Euro

Laporan tahunan UEFA bertajuk European Club Finance and Investment Landscape menempatkan Chelsea di posisi teratas daftar klub dengan kerugian terbesar dalam satu musim. 

Kerugian ini terjadi pada tahun ketiga era kepemilikan Boehly dan Clearlake Capital.

Selama empat musim beruntun, Chelsea dilaporkan mengalami defisit lebih dari £200 juta. Penurunan pendapatan tidak sebanding dengan meningkatnya biaya operasional serta investasi skuad. 

Sumber internal yang dikutip The Athletic menyebut sebagian kerugian tersebut berasal dari pencatatan akuntansi non-tunai dalam jumlah besar.

UEFA juga menjatuhkan denda sebesar 31 juta euro kepada Chelsea akibat pelanggaran aturan keuangan kompetisi Eropa. 

BACA JUGA:Napoli Tersingkir dari Liga Champions Usai Kalah Dramatis 2-3 dari Chelsea

BACA JUGA:Manchester United Siap Tebus Cole Palmer Rp2,7 Triliun, Chelsea Terancam Kehilangan Bintang

Struktur finansial klub menjadi semakin rumit setelah sejumlah transaksi yang berada di celah regulasi antara aturan Liga Premier dan UEFA, termasuk penjualan aset seperti tim wanita, hotel, dan area parkir.

Meski demikian, sumber yang sama menegaskan bahwa angka kerugian besar tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi operasional Chelsea saat ini maupun proyeksi keuangan jangka pendek. Namun, rekor defisit 407 juta euro tetap menjadi alarm serius.

Kategori :