BATURAJA, OKES.NEWS– Hingga kini, siswa sekolah di wilayah Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.
Padahal, program tersebut telah berjalan sejak pertengahan Januari 2025. Kondisi ini memunculkan pertanyaan sekaligus harapan di tengah masyarakat, kapan giliran Lengkiti merasakan manfaatnya?
Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kabupaten OKU, Dirga Repindo, menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya belum dapat mengakomodir kebutuhan siswa di Kecamatan Lengkiti karena belum tersedianya dapur SPPG.
“Untuk Kecamatan Lengkiti hingga saat ini memang belum dilayani dari program MBG dikarenakan dapur SPPG di Kecamatan Lengkiti sedang dalam tahap pembangunan,” ujar Dirga.
BACA JUGA:MBG Belum Menyentuh Siswa di Lengkiti OKU, Kapan Dilaksanakan?
BACA JUGA:Program MBG di OKU Selatan Disorot, Menu Dinilai Jauh dari Standar Gizi
Meski demikian, ia memastikan bahwa ke depan program tersebut akan segera berjalan di wilayah tersebut.
Berdasarkan pembaruan dari Badan Gizi Nasional (BGN) pusat, direncanakan akan dibangun empat dapur SPPG di Kecamatan Lengkiti.
“Insya Allah, di Lengkiti akan ada rencana empat dapur SPPG dengan rincian satu dapur khusus di lahan Pemda dan tiga dapur SPPG mitra yayasan mandiri. Untuk pembangunannya sedang progres, semoga dalam waktu dekat sudah selesai dan segera melayani,” ungkapnya.
Dirga mengakui, belum terealisasinya program MBG hingga Februari ini sedikit banyak menimbulkan kecemburuan di kalangan siswa, mengingat daerah lain telah lebih dulu menikmati program tersebut.
BACA JUGA:Luncurkan Dapur MBG Kemala Bhayangkari, Layani 2.478 Warga
BACA JUGA:DLH OKU Selatan Ingatkan Dapur MBG Kelola Limbah dengan Benar
Ia menjelaskan, skema program MBG memang berbasis kemitraan, baik mandiri maupun melalui yayasan.
Sebagian besar mitra, kata dia, cenderung memilih wilayah padat penduduk dengan akses distribusi bahan baku yang mudah dan penerima manfaat yang terkonsentrasi.
“Memang mitra atau yayasan lebih banyak terfokus ke daerah aglomerasi yang padat penduduk karena lebih mudah dalam distribusi bahan baku dan penyaluran ke penerima manfaat. Namun sejak Agustus 2025 pemerintah mulai bekerja sama dengan BGN untuk membangun dapur khusus di daerah yang belum tersentuh MBG, termasuk Kecamatan Lengkiti dan Kecamatan KPR,” jelasnya.