Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di beberapa negara Teluk, seperti Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Situasi semakin kompleks setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur strategis distribusi minyak dunia. Dampaknya, ratusan kapal tanker minyak dan gas tertahan di wilayah Teluk dan sekitarnya.
Memanasnya kondisi keamanan juga berdampak pada sektor penerbangan. Sejumlah maskapai internasional dilaporkan menghentikan sementara rute penerbangan yang melintasi kawasan Timur Tengah demi alasan keselamatan.