OKES.NEWS - Setelah lebih dari 50 tahun sejak misi Apollo terakhir, akhirnya manusia kembali mengabadikan Bumi dari perjalanan menuju Bulan. Momen ini datang dari misi Artemis II yang diluncurkan pada 1 April 2026 dari Kennedy Space Center. Dalam perjalanan 10 hari ini, kapsul Orion membawa awak manusia untuk menguji kemampuan eksplorasi luar angkasa jarak jauh.
Foto-foto yang dibagikan langsung mencuri perhatian dunia. Bumi terlihat sebagai bola biru bercahaya dengan lapisan awan putih, gurun berwarna cokelat, hingga kilauan aurora yang samar. Bahkan ada satu foto yang menggambarkan Bumi sebagai “pale blue dot”, mengingatkan betapa kecilnya planet kita di tengah luasnya kosmos.
Awak Misi Bersejarah dan Penuh Keberagaman
Misi Artemis II juga menjadi sorotan karena komposisi krunya yang bersejarah. Dipimpin oleh Reid Wiseman sebagai komandan, tim ini juga diisi oleh Victor Glover sebagai pilot, Christina Koch, serta Jeremy Hansen dari Kanada.
Keempatnya membawa pesan inklusivitas karena mewakili perempuan, orang kulit berwarna, hingga astronaut non-Amerika dalam misi menuju Bulan. Foto ikonik tersebut diambil langsung oleh Wiseman menggunakan perangkat kamera di dalam kapsul Orion.
Diambil dari Jarak 90.000 Mil dari Bumi
Gambar-gambar spektakuler ini diambil sekitar 1,5 hari setelah peluncuran, tepatnya setelah kapsul melakukan manuver trans-lunar injection. Pada saat itu, Orion sudah berada sekitar 90.000 mil dari Bumi jarak yang memberikan perspektif luar biasa tentang planet kita.
Detail visual yang ditampilkan sangat tajam, mulai dari gradasi warna laut hingga pola awan yang kompleks. Ini menjadi bukti kemampuan teknologi kamera dan sistem Orion dalam mendukung misi luar angkasa modern.
Mendekati Bulan
Memasuki awal April 2026, Artemis II dilaporkan telah mencapai wilayah sekitar Bulan setelah menempuh lebih dari 200.000 mil perjalanan. Meski tidak akan mendarat atau mengorbit, misi ini berfokus pada pengujian sistem Orion untuk misi pendaratan di masa depan.
Keberhasilan tahap ini menjadi langkah penting sebelum manusia benar-benar kembali menginjakkan kaki di Bulan dalam program Artemis berikutnya. Dunia kini menantikan kelanjutan eksplorasi luar angkasa yang lebih ambisius dan mungkin, lebih dekat ke Mars.