Warga pun harus bergotong royong menandu pasien menuju titik jalan yang lebih layak dilalui, sebuah proses yang berisiko dan memakan waktu.
BACA JUGA:Berpotensi Rawan Kecelakaan, Jalan Rusak di OKU Mulai Dipetakan
BACA JUGA:Satu Persatu Jalan Rusak di OKU Diperbaiki, Kolaborasi Pemkab-Pemprov Jawab Kebutuhan Rakyat
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, warga tidak menuntut hal yang berlebihan.
Mereka hanya berharap adanya perbaikan dasar seperti pengerasan jalan, perataan permukaan, serta penambahan material batu agar akses menjadi lebih aman, khususnya bagi pengguna sepeda motor.
Pemerintah desa setempat menyampaikan bahwa usulan perbaikan jalan telah berulang kali diajukan kepada pihak terkait.
Namun, keterbatasan anggaran serta kondisi geografis yang berbukit menjadi tantangan tersendiri, sehingga dibutuhkan penanganan teknis seperti pembangunan drainase dan gorong-gorong.
Sebagai langkah sementara, warga bersama pemerintah desa rutin melakukan gotong royong memperbaiki jalan secara swadaya. Namun, upaya ini hanya bertahan dalam jangka pendek karena struktur tanah yang labil dan tingginya intensitas penggunaan oleh kendaraan pengangkut hasil bumi.
BACA JUGA:Bupati Abusama Jemput Bola ke BNPB, Perjuangkan Perbaikan Jalan Rusak
BACA JUGA:Warga Sekarjaya OKU 'Patungan' Perbaiki Jalan Rusak Demi Keselamatan Pengguna Jalan!
Pihak Kecamatan Buay Pemaca pun mengakui bahwa jalan tersebut memiliki peran vital bagi masyarakat. Mereka menyatakan akan terus mendorong agar perbaikan dapat masuk dalam prioritas program pemerintah daerah, baik pada tahun ini maupun 2027 mendatang.
Kini, harapan warga Desa Sinar Baru Talang Bayur sederhana: kepastian akan perbaikan jalan. Bagi mereka, akses yang layak bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan mendasar yang menunjang kehidupan, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan.
Hingga harapan itu terwujud, perjuangan menaklukkan jalan berlumpur masih menjadi bagian dari keseharian mereka.