Masyarakat menilai keberadaan Jembatan Teriti sangat vital karena menjadi urat nadi penghubung antarwilayah yang menunjang aktivitas ekonomi maupun sosial masyarakat di dua kecamatan tersebut.
Kerusakan jembatan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak pada akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta distribusi logistik.
Pemerintah Kabupaten OKU Selatan bersama instansi terkait kini terus berkoordinasi dengan BNPB RI guna mempercepat proses penanganan pascabencana agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
Berbagai langkah darurat juga terus dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan sambil menunggu rehabilitasi infrastruktur dilaksanakan.
Pemkab OKU Selatan berharap dukungan pemerintah pusat melalui BNPB dapat mempercepat pembangunan kembali Jembatan Teriti sehingga akses masyarakat dapat kembali normal.
Kehadiran langsung BNPB RI di lokasi memberikan harapan baru bagi masyarakat Mekakau Ilir agar persoalan infrastruktur akibat bencana segera terselesaikan.
Warga pun berharap pembangunan jembatan permanen dapat segera direalisasikan supaya aktivitas ekonomi, sosial, dan pelayanan publik di wilayah Mekakau Ilir serta Pulau Beringin kembali pulih sepenuhnya.
Peristiwa banjir yang menyebabkan putusnya Jembatan Teriti juga menjadi pengingat penting akan perlunya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, terutama di daerah rawan banjir dan cuaca ekstrem saat musim penghujan.
Pemerintah daerah diharapkan terus meningkatkan upaya mitigasi guna meminimalisir dampak kerusakan serupa di masa mendatang.