Nissan NX7 Bakal Jadi SUV Listrik Termurah dengan LiDAR!

Sabtu 08-08-2026,09:37 WIB
Reporter : Bagus
Editor : Gus Munir

OKES.NEWS - Siapa bilang Nissan sudah menyerah di pasar China? Justru sebaliknya, brand asal Jepang ini lewat joint venture-nya Dongfeng Nissan baru saja merilis teaser mobil baru yang bikin geleng-geleng kepala. Namanya Nissan NX7, dan dari satu gambar teaser gelap yang mereka sebar saja, sudah kelihatan kalau SUV listrik ini nggak main-main soal teknologi.

Desain Depan NX7: Minimalis Tapi Bikin Nagih

Dari pandangan langsung saya terhadap teaser yang dirilis, bagian depan NX7 tampil dengan hood yang terpahat rapi dan grille tertutup rapat khas mobil listrik modern. Logo Nissan yang menyala jadi pusat perhatian, diapit oleh lampu LED split yang tajam. Menariknya, beda dari saudara besarnya NX8, lampu siang hari (DRL) di NX7 nggak pakai desain full-width LED bar. Justru tampilan yang lebih ringkas ini menurut saya malah kelihatan lebih purposeful dan modern.

LiDAR di Atap, Sinyal Kuat Fitur Otonom Level Tinggi

Nah ini yang bikin saya excited, ada unit LiDAR yang nangkring di atap, persis di atas kaca depan. Ditambah lagi sensor-sensor tambahan di spion samping dan sekeliling bodi mobil, jelas ini bukan sekadar gimmick. Dongfeng Nissan sepertinya serius mau menurunkan teknologi Advanced Driver Assistance System (ADAS) mereka ke segmen yang lebih terjangkau. Fitur yang dijanjikan pun nggak main-main, mulai dari navigasi jalan tol otomatis, urban pilot, sampai parkir mandiri yang cerdas.

Dimensi Pas di Tengah, Nggak Kebesaran Nggak Kekecilan

Buat yang bingung soal ukuran, NX7 ini posisinya pas banget di antara Nissan Rogue (X-Trail) yang panjangnya 4.648 mm dengan NX8 yang jauh lebih besar di 4.870 mm, lebar 1.920 mm, tinggi 1.680 mm, dan wheelbase 2.917 mm. Artinya NX7 bakal jadi pilihan ideal buat yang butuh SUV compact-to-midsize, cukup lega buat keluarga tapi tetap gampang diparkir di basement parkiran yang sempit.

Platform Tianyan NEV, Basis yang Sudah Terbukti

NX7 dibangun di atas platform modular Tianyan NEV bikinan lokal Dongfeng Nissan, platform yang sama yang sudah dipakai sedan listrik N7, PHEV N6, dan SUV NX8. Kemungkinan besar NX7 bakal ditawarkan dalam dua varian powertrain, yaitu full battery-electric (BEV) dan extended-range (EREV), keduanya mengandalkan penggerak roda depan. Kalau spesifikasinya mengikuti kakaknya, bukan tidak mungkin NX7 dibekali sistem 800V silicon carbide dengan baterai LFP dari CATL yang mendukung fast charging 5C, alias ngecas cepat yang durasinya cuma sebentar saja.

Harga Kompetitif Bikin Mobil Barat Kelihatan Kemahalan

Soal harga, ini yang bikin pasar Eropa dan Amerika iri berat. NX8 sebagai kakak dari NX7 saja dibanderol mulai RMB 159.900 sampai RMB 209.900, atau sekitar €20.110 di harga terendah. Bahkan dengan promo awal, harganya sempat turun jadi RMB 149.900 atau sekitar €18.900. Karena NX7 posisinya di bawah NX8, wajar kalau ekspektasi harganya bakal lebih terjangkau lagi, padahal fiturnya sudah dibekali LiDAR dan teknologi otonom kelas atas.

Penjualan N-Series Terus Melesat

Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan performa penjualan N-series Dongfeng Nissan sedang on fire. Bulan Juni saja retail sales-nya tembus 9.316 unit, naik 50,53% dibanding tahun lalu dan naik 16,06% dari bulan Mei. Sepanjang semester pertama tahun ini, Dongfeng Nissan berhasil mengantongi 33.590 unit penjualan, dengan total kumulatif sejak mulai pengiriman tahun lalu mencapai 86.359 unit.

Kehadiran NX7 bakal melengkapi portofolio Nissan di China jadi dua sedan dan dua SUV. Yang jadi pertanyaan besar sekarang, apakah Nissan bakal berani mengekspor mobil-mobil listrik hasil rekayasa lokal China ini ke pasar global? Yang jelas, Nissan yang dulu ragu-ragu soal EV sekarang sudah berubah jadi lebih agresif, dan kompetitor sepertinya harus mulai waspada.

Kategori :