Sony RX10 V Masuk Sony Store, Segini Duit yang Harus Disiapkan

Senin 31-08-2026,10:17 WIB
Reporter : Bagus
Editor : Gus Munir

OKES.NEWS - Buat kamu yang sering galau harus bawa lensa apa saat traveling atau motret momen keluarga, sepertinya penantianmu bisa berakhir di sini. Sony baru saja merilis penerus dari salah satu bridge camera paling legendaris mereka, dan setelah saya telusuri lebih dalam, kamera ini benar-benar terasa seperti solusi "sekali beli, seumur hidup" buat yang malas gonta-ganti lensa.

Spesifikasi Sony RX10 V: Sensor Kecil, Jangkauan Raksasa

Sony RX10 V, atau yang punya kode resmi DSC-RX10M5, hadir sebagai kamera bridge premium dengan lensa menyatu alias fixed-lens. Jantungnya adalah sensor stacked Exmor RS 1 inci dengan resolusi sekitar 20,1MP, dipadukan dengan lensa ZEISS Vario-Sonnar T* yang punya rentang zoom optik 25x. Kalau dikonversi ke ekuivalen 35mm, jangkauannya mencapai 24-600mm, meski secara fisik focal length aslinya cuma 9,1-210mm. Yang menarik, menurut penjelasan Sony sendiri, perbedaan angka ini murni soal cara penulisan di badan lensa, bukan perubahan sudut pandang yang signifikan dari pendahulunya, RX10 IV.

Bukaan maksimalnya berada di f/2.4-4.0, dengan jarak fokus minimum yang cukup gila yaitu 3cm di posisi wide dan 72cm saat di ujung telefoto 600mm. Bodinya sendiri punya bobot 1.111 gram lengkap dengan baterai dan kartu memori, jadi memang bukan kamera saku yang bisa masuk kantong celana.

Kenapa Rentang 24-600mm Ini Jadi Senjata Utama?

Menurut saya, inilah alasan utama kenapa RX10 V layak dilirik. Bayangkan satu kamera yang bisa menangani hampir semua skenario foto yang biasanya butuh beberapa lensa terpisah. Di ujung wide 24mm, kamu bisa memotret lanskap luas, interior ruangan, atau foto keluarga beramai-ramai. Geser sedikit ke rentang 50-100mm, kamera ini jadi andalan untuk potret sehari-hari. Masuk ke 200-400mm, RX10 V mulai unjuk gigi untuk menangkap detail dari jarak jauh seperti pertunjukan panggung atau pertandingan olahraga sekolah. Dan puncaknya, di 600mm, kamera ini siap diandalkan untuk memotret satwa liar, burung, pesawat terbang, hingga aksi lapangan yang jaraknya jauh dari posisi kita berdiri.

Lensa ini juga dilengkapi stabilisasi optik, delapan elemen ED termasuk dua elemen ED aspherical, dan filter thread 72mm yang memudahkan pemasangan aksesori tambahan.

Kualitas Gambar: Antara Kelebihan dan Batasan Sensor 1 Inci

Sensor 1 inci pada RX10 V memang jauh lebih besar dibanding kamera superzoom sekelas Nikon P1000, sehingga hasil detail dan noise-nya lebih terkontrol. Namun jujur saja, ukuran ini tetap kalah jauh dari sensor APS-C apalagi full-frame yang biasa dipakai kamera mirrorless kelas atas.

Dari hasil pengujian DPReview yang saya rangkum, kualitas gambar RAW di ISO dasar tidak jauh berbeda dari RX10 IV. Performa lensa justru terasa mengejutkan di pertengahan rentang zoom, sekitar 88mm ekuivalen. Warna JPEG-nya pun terasa lebih enak dipandang, dengan gradasi warna kulit yang lebih natural dan seimbang dibanding generasi sebelumnya. Reduksi noise pada JPEG juga sudah lebih baik, meski di area kontras tinggi hasilnya masih mirip dengan model lama.

Satu catatan penting yang perlu saya garis bawahi, performa cahaya rendah memang bukan kekuatan utama RX10 V, terutama saat lensa berada di posisi telefoto jauh. Meski begitu, kamera ini masih unggul dibanding Panasonic FZ1000 II dan Nikon P1000 dalam kondisi minim cahaya.

Sistem Autofokus Jadi Lompatan Terbesar, Bukan Sekadar Resolusi

Kalau ditanya apa upgrade paling signifikan dari RX10 V, jawabannya bukan di resolusi sensor, melainkan di sistem pemrosesan dan autofokusnya. Sony membenamkan prosesor BIONZ XR yang dipadukan dengan unit pemrosesan AI khusus, mampu melakukan kalkulasi AF/AE hingga 60 kali per detik.

Kemampuan deteksi subjeknya juga cukup lengkap, mencakup manusia, hewan sekaligus burung, hewan saja, burung saja, serangga, mobil dan kereta, pesawat terbang, hingga mode deteksi otomatis. Fitur estimasi pose manusia membuat kamera tetap bisa mengenali dan melacak subjek meski sedang membelakangi kamera, memakai helm, atau wajahnya terhalang sebagian. Total ada hingga 575 titik autofokus phase-detection yang mencakup sekitar 70,6% area gambar.

Menurut pengamatan langsung DPReview, sistem autofokus RX10 V ini jadi lompatan besar dibanding RX10 IV. Kemampuan deteksi dan pelacakan subjeknya jauh lebih bisa diandalkan, dan yang paling penting, fitur ini juga bekerja optimal saat merekam video, bukan cuma foto diam. Kamera ini bahkan bisa menembak hingga 30fps dengan pelacakan AF/AE penuh dan viewfinder elektronik tanpa blackout, plus fitur Speed Boost yang bisa mengubah kecepatan burst secara instan. Sayangnya, Sony belum menghadirkan fitur pre-capture yang memungkinkan perekaman frame sebelum tombol rana ditekan penuh.

Layak Dibeli?

Dengan banderol peluncuran di Amerika Serikat sebesar 2.299,99 dolar AS, Sony RX10 V jelas bukan kamera untuk semua kalangan. Menurut laporan Kompas, Sony RX10 V dibanderol dengan harga pre-order resmi sebesar Rp37.999.000 di Indonesia.  DPReview sendiri memberikan skor 85% dengan predikat Gold, menyebutnya sebagai salah satu kamera kompak paling fleksibel yang pernah ada. Tapi predikat itu datang dengan catatan, harga setinggi ini baru masuk akal kalau kamu memang benar-benar butuh kombinasi jangkauan 24-600mm, autofokus cepat, dan kemampuan video mumpuni dalam satu bodi.

Menurut saya pribadi, RX10 V ini paling cocok buat traveler, orang tua yang sering motret anak beraktivitas, atau penghobi satwa liar yang malas ribet gonta-ganti lensa di lapangan. Kalau kamu lebih mengutamakan kualitas gambar di segala kondisi cahaya, mungkin kamera mirrorless dengan sensor lebih besar tetap jadi pilihan lebih bijak.

Kategori :