Bukan Lagi Mobil Imut, BYD Seagull Baru Tampil Garang!

Selasa 29-09-2026,09:23 WIB
Reporter : Bagus
Editor : Gus Munir

OKES.NEWS - Kalau kamu masih mengingat BYD Seagull sebagai mobil listrik imut yang lincah menyelip di antara kemacetan kota, siap-siap kaget. Generasi keduanya, yang di kalangan internal dijuluki "Big Seagull", tampil jauh lebih besar, lebih garang, dan lebih pintar. Saya sendiri sempat menatap sketsa resminya cukup lama, dan kesan pertama saya sederhana: ini bukan lagi mobil yang sama.

Kenapa BYD Seagull Harus Berubah Total?

Sejak meluncur awal 2023, Seagull sukses besar. BYD mencatat penjualan lebih dari 1,5 juta unit dalam kurang lebih tiga puluh bulan. Sepanjang 2025 saja, terjual 529.537 unit. Tapi pasar otomotif China memang kejam, dan mobil di sana punya masa edar secepat sushi segar.

Setelah 12 bulan berturut-turut penjualan turun dari tahun ke tahun, volume Seagull merosot 37,50 persen dalam delapan bulan pertama tahun ini. Bulan Agustus memang sempat naik ke 36.106 unit, tapi kenaikan itu belum cukup meyakinkan. Menurut saya, BYD paham bahwa facelift tipis-tipis tidak akan menyelamatkan situasi, jadi mereka memilih langkah lebih berani: membangun ulang mobilnya dari nol.

Ukuran Baru BYD Seagull Generasi Kedua: Lebih Panjang 425 mm

Berdasarkan dokumen regulasi Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT), Seagull generasi kedua berukuran panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, dan tinggi 1.570 mm, dengan jarak sumbu roda 2.650 mm. Artinya bodinya bertambah 425 mm dan wheelbase-nya melar 150 mm dibanding model lama.

Desain Lebih Garang, Bukan Lagi Mobil Imut

Sketsa yang dibagikan Zhang Zhuo, general manager seri Ocean BYD, memperlihatkan permukaan bodi yang lebih tegas, lampu depan bergaya trisula yang runcing, garis pinggang naik tajam, dan atap yang tampak melayang. Kalau dulu Seagull terasa lucu, sekarang ia terlihat percaya diri, bahkan agak galak. Pertambahan panjang hampir setengah meter ini bukan sekadar penyegaran, melainkan lompatan ke kelas kendaraan yang berbeda.

Kabin Seagull Baru: Akhirnya Muat 5 Penumpang

Ini bagian yang paling saya apresiasi. Seagull lama hanyalah mobil empat penumpang, sehingga terasa kurang cocok untuk keluarga. Versi baru menambahkan sabuk pengaman kelima, ditambah ruang kaki belakang yang lebih lega dan bagasi yang cukup untuk koper tanpa perlu bermain Tetris. Dari mobil komuter mahasiswa atau mobil kedua, Seagull naik kelas menjadi kandidat mobil utama keluarga kecil.

Performa dan Baterai: Motor 95 kW, Tenaga 127 hp

Motor lama yang hanya 55 kW memang cukup untuk kota, tapi terasa ngos-ngosan di jalan tol. Generasi kedua memakai motor sinkron magnet permanen 95 kW atau setara 127 hp. Angkanya tidak akan membuat Anda ingin ke sirkuit drag, tetapi cukup untuk menyalip dengan tenang di kecepatan tinggi.

Baterai Blade LFP: Aman dan Tahan Pengisian Cepat

Tenaganya datang dari baterai Blade berbasis lithium iron phosphate (LFP), andalan BYD yang dikenal stabil secara termal, tahan siklus pengisian cepat DC, dan harganya bersahabat. Untuk mobil yang dipakai harian, kombinasi ini menurut saya jauh lebih penting daripada angka tenaga puncak.

God's Eye B dan LiDAR: Bantuan Berkendara Level 2+ di Mobil Murah

Kejutan terbesarnya ada di sisi teknologi. BYD menyiapkan varian tertinggi dengan LiDAR di atap, plus radar di depan, belakang, dan samping, memakai sistem "God's Eye B". Sistem ini dirancang membawa bantuan navigasi kota end-to-end ke segmen mobil listrik entry-level.

Berapa Harga BYD Seagull Generasi Kedua?

Harga resmi belum diumumkan. Sebagai patokan, Seagull lama dijual RMB 69.900 sampai 85.900, kira-kira €9.000 sampai €11.000. Menurut analisis saya, BYD harus hati-hati: kalau terlalu mahal, Seagull baru akan menggerus penjualan Dolphin atau kehilangan pembeli yang sensitif harga. Perang harga di China memang sekejam itu.

Apakah BYD Seagull Baru Akan Masuk Indonesia?

Belum ada konfirmasi soal ini. Namun ukuran yang lebih lega, kursi lima penumpang, dan fitur bantuan berkendara canggih sebenarnya cocok dengan selera konsumen Indonesia yang mencari mobil listrik terjangkau untuk keluarga. Kalau BYD membawanya ke sini, ia berpotensi menjadi pesaing serius di kelas mobil listrik kompak. Ini baru prediksi, bukan kabar resmi, jadi tetap tunggu pengumuman dari BYD Indonesia.

Sebagai pencinta mobil, saya sedikit nostalgia dengan mobil kota mungil yang ringan. Tetapi sebagai strategi bisnis, keputusan BYD membesarkan Seagull sangat masuk akal. Ruang belakang layak untuk orang dewasa, tenaga lebih besar, dan teknologi LiDAR di hatchback biasa adalah paket yang menyasar pasar massal global. Sekarang tinggal satu pertanyaan yang menentukan: berapa harga finalnya?

 

Kategori :