OKES.NEWS - Pernah nggak sih, kamu lagi asyik dengerin lagu pakai earphone, terus ada teman yang nanya, “Lagu apa itu? Coba puter dong!” Ujung-ujungnya kamu harus buka Bluetooth speaker, pairing dulu, nunggu konek, dan momennya keburu hilang. Nah, konsep pemutar musik bernama DAP-1 ini seperti lahir dari keresahan semacam itu.
Perlu diluruskan sejak awal: DAP-1 belum dijual dan belum ada pabrik di baliknya. Ini adalah proyek desain konsep karya Florent Porta, 3D artist dan art director asal Frankfurt, Jerman, yang diperkenalkan pada Februari 2026. Meski begitu, idenya cukup menarik untuk dibahas.
Apa Itu DAP-1? Pemutar Musik Digital Konsep dengan Nama Nyeleneh “1337”
DAP-1 adalah singkatan dari Digital Audio Player. Porta juga memberinya nomor model iseng, yaitu 1337, angka yang akrab di kalangan komunitas geek sebagai “leet”. Dari namanya saja sudah kelihatan bahwa proyek ini dibuat dengan selera humor, tapi desainnya digarap serius.
Bentuknya ramping dan persegi panjang, dengan nuansa minimalis industrial yang bikin banyak orang teringat produk Teenage Engineering dan lini CMF dari Nothing. Gaya retro dicampur dengan sentuhan modern, jadi hasilnya terasa “gadget banget” tanpa terlihat ribet.
Spesifikasi dan Desain DAP-1: Layar OLED, Putar FLAC, dan Speaker di Depan
Layar OLED Sentuh dan Dukungan Audio FLAC
DAP-1 digambarkan memakai layar OLED sentuh sebagai antarmuka utama. Untuk urusan audio, ia dirancang memutar file FLAC beresolusi tinggi. FLAC adalah format lossless, jadi detail suaranya lebih terjaga dibanding format terkompresi seperti MP3. Buat yang suka mengoleksi file musik sendiri, ini kabar bagus.
Port, Material, dan Detail Fisik
Di sisi atas ada port USB-C, colokan AUX 3,5 mm, dan sakelar daya yang menyala. Bahan yang disebut dalam desainnya adalah polimer berkepadatan tinggi dan aluminium anodized. Di bagian belakang ada empat kaki karet di tiap sudut dan dua sekrup Torx pada penutupnya. Detail kecil seperti sekrup Torx ini yang biasanya bikin penggemar gadget senyum-senyum sendiri.
Speaker Bawaan di Pemutar Musik: Fitur yang Jarang Ada di DAP Premium
Inilah bagian paling unik. Kebanyakan pemutar musik premium nyaris tidak punya speaker karena diasumsikan penggunanya selalu pakai headphone. DAP-1 justru memasang speaker di bagian depan, lengkap dengan grille berlubang.
Menurut pandangan saya sebagai penulis yang rutin mengikuti tren gadget, langkah ini cerdas sekaligus berisiko. Cerdas karena menjawab situasi sehari-hari: nongkrong, kumpul keluarga, atau sekadar memutar lagu di kamar tanpa perangkat tambahan. Berisiko karena speaker sekecil itu hampir pasti punya batas kualitas, dan di kelas audiophile ekspektasi orang biasanya tinggi. Jadi menurut saya, nilai jualnya ada di kepraktisan, bukan di kualitas suara kelas atas.
Kenapa Pemutar Musik Offline Masih Relevan di Era Streaming?
Di zaman Spotify dan YouTube Music, mungkin ada yang bertanya: ngapain pakai pemutar khusus? Konsep DAP-1 menawarkan jawaban berupa pengalaman mendengarkan yang lebih disengaja. Kamu menyusun koleksi FLAC sendiri, bukan tenggelam di katalog tanpa ujung.