Impor BBM
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan 11 nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) senilai 38,4 miliar dolar Amerika Serikat (AS) antara pelaku usaha Indonesia dan Amerika Serikat dalam sesi roundtable Business.-Setpres-
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Singapura telanjur punya industri pemrosesan BBM sangat besar. Kalau tidak dijual ke Indonesia akan dilempar ke mana.
Apakah di tender nanti akan diberlakukan syarat-syarat tender yang membuat Singapura sulit memenuhinya?
Selama ini Riza "Singapura" Chalid selalu memenangkan tender BBM karena hanya ia yang memenuhi syarat tender. Utamanya: karena hanya Riza yang bisa menyediakan "gudang BBM" dalam ukuran cukup untuk menjamin ketersediaan BBM se-Indonesia selama satu minggu.
Apakah Amerika bisa menyediakan "gudang" BBM sebesar itu dalam waktu singkat? Atau Amerika juga akan menggunakan "gudang BBM" milik Riza Chalid di Banten itu?
Lalu soal harga. Apakah Amerika bisa bersaing harga dengan produk Singapura? Bagaimana dengan ongkos angkut yang dari Amerika pasti kalah dekat dengan Singapura?
Anda sebagai pemilik kendaraan tidak perlu mikir itu. Mungkin Anda justru lebih senang. Kendaraan Anda segera mendapat minuman lebih bermutu.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
Di Amerika standarnya bukan RON. Tapi AKI. Itu standar gabungan RON dan MON. Di sana standar paling rendah adalah AKI 87 –kira-kira setara dengan RON 92. Masih ada AKI 90 dan AKI 94.
Apakah Pertamina akan mengubah syarat-syarat tender agar cocok dengan spesifikasi BBM yang dihasilkan Amerika? Kalau pun bisa begitu, apakah tidak akan berpengaruh pada harga BBM yang akan Anda beli?
"Gudang BBM" raksasa milik Riza Chalid sendiri rasanya kini dalam status disita kejaksaan agung. Itu terkait dengan perkara korupsi yang dituduhkan kepada anak Riza Chalid –yang awalnya mencapai Rp900 miliar lebih. "Gudang BBM" itulah yang dulu sering dimedsoskan sebagai tempat oplos BBM.
Tentu dalam status sebagai barang sitaan pun "gudang BBM" tersebut tetap bisa dipakai menyimpan BBM kita. Entah bagaimana perhitungannya. Soal siapa akhirnya yang memiliki gudang langka itu akan ditentukan oleh pengadilan perkara korupsi saat ini: disita menjadi milik negara atau dikembalikan ke pemilik awalnya: Riza Chalid.
Yang jelas, siapa pun pemenang tender nanti, akan tetap mengandalkan investasi gudangnya Riza Chalid tersebut. Tinggal kita mengamati bagaimana cara Pertamina memastikan agar Amerikalah yang memenangkan tender itu.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: