Bom Suci

Bom Suci

Ilustrasi penyerangan Israel-Amerika Serikat ke Iran. -Disway-

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

Kelebihan perang jenis ini adalah: yang jadi korban pertama adalah para pemimpin tertinggi. Lalu para pemimpin level di bawahnya. Prajurit justru lebih selamat. Maka istilah pion dikorbankan lebih dulu –seperti dalam permainan perang di catur– tidak berlaku lagi. Lawan sudah bisa melakukan skakmat ketika semua pion masih utuh berbaris di depan raja.

Di catur, ketika raja mati, permainan selesai. Di Iran, Ali Khamenei bukanlah raja catur. Khamenei-Khamenei berikutnya masih banyak sekali. Tidak akan habis-habisnya. Kecuali kota Qom –saya pernah sekali ke Qom– disapu bom jarak jauh sampai luluh lantak. Di kota itu banyak mahasiswa Indonesia –sekitar 200 orang.

Di Iran kematian itu dianggap mulia. Apalagi bagi orang yang sudah berumur 86 tahun seperti Ali Khamenei. Apalagi ia sudah 36 tahun menjabat ketua dewan syuriah Iran –sejak menggantikan Ayatollah Rukhullah Khomaini pada tahun 1989.

Sedekat-dekat negara seperti Arab Saudi, Qatar, UEA, Kuwait dengan Amerika Serikat terbukti kalah dekat dengan Israel. Sebenarnya Israel-lah yang ngotot menghancurkan pemerintah Iran: mengajak Amerika. Pun kalau Amerika tidak mau Israel akan melakukannya sendiri.

Tekanan negara-negara Arab pada Amerika kalah kuat oleh tekanan Israel.

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Israel menganggap saat ini adalah waktu yang tepat untuk menghancurkan Iran. Yakni ketika satelit-satelit Iran di sekitar Israel sudah berhasil dilemahkan.

Hisbullah yang di Lebanon sudah dihancurkan. Rumah pemimpin tertinggi Hisbullah di Beirut, Nasrullah, dibom jarak jauh oleh Israel. Satu rumah dibom dengan kekuatan bom 80 ton. Tentu beberapa rumah di sekitarnya ikut hancur. Getarannya pun sampai memecahkan kaca bangunan di jarak 5 km dari rumah Nasrullah.

Ketika ke Lebanon empat bulan lalu saya minta dilewatkan rumah yang hancur itu. Saya juga minta diantar ke makam Nasrullah, yang hari itu tepat haul pertama. Itu kali kedua saya ke basis Hisbullah. Lewat pemeriksaan ketat. Akhirnya saya diizinkan ke makam. Dengan pengawalan. Saya pun diminta bersujud mencium pinggiran nisannya.

Sejak bom 80 ton itu kekuataan Hisbullah redup. Apalagi sebelum itu pimpinan yang levelnya di bawah Nasrullah juga dimatikan dengan cara yang sama: dikirimi bom dari jarak jauh. Tewas semua. Ups, itu bukan bom jarak jauh. Lebanon adalah tetangga dekat Israel.

Yang diluncurkan ke Iran itu barulah bom jarak jauh.

BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas

BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: