Kelas Delcy
Presiden AS Donald Trump saat memberikan keterangan di Gedung Putih, Washington D.C. -The White House-
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
Mungkin juga Trump sudah dapat laporan intelijen bahwa di antara ayatollah di Iran banyakjuga yang punya garis berbeda. Ada juga yang bergaris lentur.
Pun sejak zaman Ayatollah Rukhullah Khomeini –pendahulu Khamenei–- yang lentur seperti itu sudah ada. Tapi tersingkir. Bahkan ada yang tersingkir secara tragis.
Demikian juga di tingkat eksekutifnya. Banyak tokoh seideologi dengan Ayatullah RukhullahKhomeini yang akhirnya tersingkir.
Anda tentu masih ingat nama tokoh Bani Sadr. Ia adalah tangan kanan Khomeini sendiri. Sama-sama berjuang sejak masih di pengasingan: di Paris. Sama-sama pulang ke Iran setelah perjuangan mereka berhasil menumbangkan maharaja Reza Pahlevi.
Bani Sadr ingin Iran maju –dengan tetap menganut ideologi Khomeini. Tapi pergolakan antara garis keras dan garis lentur membuat Bani Sadr berubah status: dari tangan kanan menjadi tangan kiri Khomeini. Lalu tangan itu dipotong pakai pisau revolusi sampai ke pangkal lengannya. Sampai buntung.
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
Di mana pun tidak sedikit sebuah revolusi justru memotong tangannya sendiri. Termasuk di Indonesia. Bung Karno, memotong tangan revolusi kemerdekaan kita: Sutan Sjahrir. Ia dimasukkan penjara sampai meninggalnya. Padahal justru Sjahrir-lah yang meyakinkan para pemuda kala itu agar Bung Karno saja yang jadi presiden –meskipun para pemuda sendiri– lebih ingin Sjahrir yang jadi presiden.
Trump berkeyakinan tidak semua ayatollah satu garis. Apalagi sudah terlalu lama Iran ''menderita'' akibat blokade Barat yang amat ketat. Kata ''menderita'' itu tentu saja tidak tepat. Di Iran saya lihat tidak ada orang yang sangat miskin --meski tidak ada juga yang sangat kaya.
Di jalan-jalan raya tidak terlihat mobil jelek, reyot, dan mobil tua. Tapi juga tidak terlihat mobil mewah. Saya tidak melihat ada Mercy atau kelas BMW di jalan-jalan umum. Mobilnya didominasi mobil kelas menengah.
Pun rumah-rumah tangga. Semua rumah di Iran dapat aliran gas yang murah. Gas dari sentral distribusi. Pakai jaringan pipa. Tidak ada gas melon 3 kg yang wira-wiri tanpa henti.
Tapi Iran juga tidak bisa menjadi negara makmur yang maju –akibat blokade. Padahal Iran punya potensi bisa makmur semakmur-makmurnya dan maju semaju-majunya. SDM mereka unggul. Sumber gas mereka termasuk terbesar di dunia. Iran bisa menjadi negara Islam yang jaya.
BACA JUGA:Disway Group dan B Erl Cosmetics Resmi Jalin Kerja Sama, Kolaborasi untuk Berbagai Manfaat Luas
BACA JUGA:Disway Awards 2025: Momentum Apresiasi Integritas dan Kredibilitas Serta Reputasi Brand Nasional
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

