Abusama Tegaskan Komitmen Transparansi Keuangan
Abusama tegaskan komitmen transparansi keuangan, OKU Selatan sambut pemeriksaan BPK RI 2025. -Hos-
OKES. NEWS- Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKU Selatan), Abusama, S.H., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten OKU Selatan dalam meningkatkan mutu tata kelola keuangan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat menerima kedatangan Tim Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan dalam kegiatan Entry Meeting Pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025, Jumat (20/02/2026).
Kegiatan yang digelar di Ruang Nagara Bhakti Pemkab OKU Selatan itu menandai dimulainya pemeriksaan interim terhadap pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan daerah tahun anggaran 2025.
Pemeriksaan ini merupakan bagian dari mekanisme pengawasan eksternal untuk memastikan pengelolaan keuangan berjalan sesuai prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.
BACA JUGA:Bupati Abusama Beri Penghargaan kepada Wartawan
BACA JUGA:Bupati Abusama Pastikan Perayaan Natal di OKU Selatan Aman dan Kondusif
Dalam sambutannya, Bupati Abusama menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim BPK RI Perwakilan Sumatera Selatan.
Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan pemeriksaan tersebut sebagai bentuk evaluasi sekaligus upaya perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola keuangan.
Menurutnya, hasil pemeriksaan akan menjadi rujukan penting dalam menentukan kebijakan serta meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan di Kabupaten OKU Selatan.
Ia juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mendukung penuh proses pemeriksaan dengan menyiapkan dokumen yang dibutuhkan serta memberikan respons secara cepat dan tepat.
BACA JUGA:Bupati Abusama Tinjau Infrastruktur dan Sekolah Saat Safari Jumat di Kisam Tinggi
BACA JUGA:Abusama Cek Progres Rehabilitasi Sekolah, Warga Keluhkan Maraknya Pencurian
Bupati menegaskan bahwa pemeriksaan BPK bukan semata-mata untuk menemukan kesalahan, melainkan sebagai sarana pembinaan dan perbaikan sistem.
Setiap temuan nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi guna memperkuat kebijakan serta memperbaiki tata kelola pemerintahan ke depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: