BPBD OKU Timur Siaga Karhutla, Satu Titik Panas Terdeteksi
--
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa berdasarkan pola kejadian karhutla dalam beberapa tahun terakhir, potensi kebakaran dengan skala yang lebih besar diperkirakan dapat terjadi pada tahun mendatang apabila kondisi cuaca semakin panas dan kering.
“Jika melihat tren dan siklus kebakaran yang selama ini terjadi, kemungkinan kebakaran yang lebih besar justru berpotensi muncul pada tahun depan. Terlebih suhu udara cenderung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” ujarnya.
BPBD pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Selain berpotensi memicu karhutla, cuaca panas yang ekstrem juga dapat berdampak pada kesehatan, seperti menyebabkan dehidrasi hingga kehilangan kesadaran.
Masyarakat juga diminta untuk membatasi aktivitas berat di luar ruangan saat suhu udara tinggi serta memastikan kondisi instalasi listrik di rumah tetap aman.
Hal ini penting terutama bagi bangunan yang masih menggunakan jaringan listrik lama karena risiko korsleting dapat meningkat saat cuaca panas.
“Jangan melakukan pembakaran lahan dalam kondisi apa pun. Waspadai juga dampak cuaca panas terhadap kesehatan dan periksa instalasi listrik secara berkala untuk menghindari potensi korsleting,” tegas Budi.
BPBD OKU Timur memastikan pengawasan hotspot akan terus dilakukan secara berkala sepanjang musim kemarau guna mendeteksi potensi kebakaran sejak dini dan mengurangi risiko dampak yang ditimbulkan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
