BBM Naik, Masyarakat Tercekik

BBM Naik, Masyarakat Tercekik

Foto : Mustofa/Okes.co.id - Mahasiswa yang tergabung di KAMMI Daerah OKU Raya menggelar aksi di perempatan DPRD OKU. Aksi penolakan kenaikan harga BBM, kemudian dipusatkan di halaman DPRD OKU.--

OKU, OKES.CO.ID - Imbas naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 30 persen membuat mahasiswa di Kabupaten OKU bereaksi.

Mahasiswa yang tergabung di Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah OKU Raya, menggeruduk gedung DPRD OKU pada 6 September 2022.

Hal ini karena, kenaikan harga BBM dinilai menzolimi masyarakat. Khususnya masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuguhkan pertunjukan yang sangat mengena ke pemerintah pusat. Khususnya soal kebijakan Presiden RI Joko Widodo.

BACA JUGA: Tingkatkan Pemahaman Data Sarana dan Perasaan, Disdik Gelar Bimtek

Aksi dorong motor kedepan, dan mendorong motor dengan jalan mundur.

Dua aksi itu mengisyaratkan, bahwa kenaikan harga BBM subsidi membuat rakyat tercekik, dan menandakan pemerintah Jokowi menunjukkan kemunduran. 

"BBM naik, ekonomi hancur, "teriak Koordinator Lapangan (Korlap), Rahul Roy. 

Kemunduran pemerintah Jokowi terlihat  dari salah satu kebijakannya yang dinilai tak memihak masyarakat, yakni menaikan harga BBM.

BACA JUGA: Satu Wanita Renta Dikabarkan Tenggelam di Sungai Musi

"Sampai saat ini sudah 14 kali harga BBM naik (subsidi dan non subsidi), " lanjutnya. 

Naiknya harga BBM hingga 30 persen dipandang Mulya Ari Ramadhan sangat tidak bijak.

Apalagi masyarakat Indonesia baru saja lepas dari pandemi sejak 2 tahun terakhir. 

"Kita dihadapkan dengan kebijakan yg tak berpihak ke masyarakat, yang baru saja disusahkan pandemi," tambah Mulya Ari Ramadhan, salah satu peserta aksi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber:

Berita Terkait