Jalur Darat Masih Jadi Primadona Pemudik
Jalur Darat Masih Jadi Primadona Pemudik-Istimewa-
SUMSEL - OKES. NEWS- Arus mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah di Provinsi Sumsel diprediksi mengalami peningkatan signifikan. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Musni Wijaya SSos MSi mengatakan, diperkirakan ada 3,8 juta pemudik tahun ini.
Ini lebih tinggi dari periode mudik tahun lalu, ungkapnya kepada Sumatera Ekspres, Jumat (13/3) siang. Menurut Musni, lonjakan pemudik ini didorong meningkatnya mobilitas masyarakat serta semakin berkembangnya infrastruktur transportasi di Sumsel. Khususnya pembangunan jalan tol yang kini menjadi pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan jauh saat mudik.
Kalau dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, jalur darat masih mendominasi. Sementara untuk transportasi sungai, kereta api, dan udara jumlahnya masih lebih sedikit. Apalagi sekarang jalan berlubang sudah banyak ditutup dan keberadaan jalan tol menjadi primadona bagi pemudik, jelas Musni.
Ia menjelaskan, secara nasional jumlah pemudik diperkirakan mencapai sekitar 143 juta orang. Namun khusus untuk Sumsel, pergerakan pemudik paling besar masih berasal dari masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan darat.
BACA JUGA:Satpol PP dan Dishub Palembang Sasar Lapak Pedagang Berdiri di Badan Jalan
BACA JUGA:Akun WhatsApp Kadishub OKU Diretas, Pelaku Pakai Modus Proyek Alat Berat
Sekarang ini masyarakat banyak beralih menggunakan kendaraan pribadi, terutama sejak jalan tol semakin banyak beroperasi. Kereta api masih ada, pesawat juga meningkat, tapi perbandingannya tetap lebih besar kendaraan darat, beber dia.
Menghadapi lonjakan pemudik tersebut, Dishub Sumsel bersama berbagai instansi telah melakukan sejumlah persiapan. Musni mengatakan, koordinasi lintas sektor telah dilakukan melalui rapat bersama stakeholder serta gelar pasukan pengamanan arus mudik.
Berbagai posko pelayanan juga disiapkan di sejumlah titik strategis seperti terminal, bandara, pelabuhan, hingga kawasan pelabuhan penyeberangan. Posko ini disediakan untuk memberikan layanan kepada pemudik, termasuk tempat istirahat hingga fasilitas dasar.
Di setiap terminal kita siapkan pos pelayanan. Paling tidak pemudik bisa beristirahat atau sekadar menggunakan fasilitas seperti toilet. Di bandara maupun pelabuhan juga sudah mempersiapkan diri untuk melayani masyarakat, katanya.
BACA JUGA:Akun WhatsApp Kadishub OKU Diretas, Pelaku Pakai Modus Proyek Alat Berat
BACA JUGA:Satpol PP dan Dishub Palembang Sasar Lapak Pedagang Berdiri di Badan Jalan
Musni juga menyampaikan, hal ini mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mulai berlaku pada 13 Maret hingga 30 Maret 2026. Dalam aturan tersebut, beberapa jenis angkutan barang tertentu tidak diperbolehkan beroperasi selama periode mudik guna mengurangi kepadatan kendaraan di jalur utama.
Alhamdulillah kita mengikuti aturan dalam SKB. Mulai 13 sampai 30 Maret ada pembatasan untuk angkutan-angkutan tertentu yang tidak boleh beroperasi. Ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran, tutur Musni.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


