Danantara Sinergikan BUMN Bangun Huntara di Aceh Tamiang, PLN Sambung Listrik Rumah dan Fasum
Danantara dan PLN bersinergi membangun Huntara Aceh Tamiang, seluruh hunian tersambung listrik untuk percepatan pemulihan warga terdampak bencana.-istimewa-
ACEH -- Upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang terus menunjukkan progres nyata.
Melalui sinergi lintas Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Danantara Indonesia bersama PT PLN (Persero) memastikan seluruh Rumah Hunian Danantara (Huntara) yang telah dibangun tersambung listrik secara menyeluruh, termasuk untuk fasilitas umum penunjang kehidupan warga.
Langkah ini menjadi bukti konkret kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana, khususnya penyediaan hunian layak dan infrastruktur esensial.
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang tidak hanya berfokus pada percepatan fisik bangunan, tetapi juga memastikan setiap unit siap huni dengan dukungan kelistrikan yang aman dan andal.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengapresiasi progres pembangunan Huntara beserta infrastruktur pendukungnya yang dinilai berjalan cepat dan terkoordinasi.
BACA JUGA:Sistem Kelistrikan Nasional Andal, PLN Berhasil Jaga Layanan Momen Pergantian Tahun
BACA JUGA:YBM PLN UID S2JB Gerak Cepat Kirim Relawan dan Logistik ke Daerah Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Sinergi antara kementerian, Danantara Indonesia, BUMN, serta pemerintah daerah dinilai mampu menghasilkan capaian signifikan dalam waktu singkat.
“Danantara Indonesia membuktikan bahwa kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Presiden Prabowo.
Sebanyak 600 unit Huntara dijadwalkan akan diserahkan kepada Pemerintah Daerah pada 8 Januari 2026, untuk selanjutnya diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Sementara itu, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pembangunan Huntara di Aceh Tamiang merupakan bagian dari target nasional pembangunan 15.000 unit hunian darurat dalam tiga bulan ke depan, yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang telah ditetapkan sejak awal. Hingga 1 Januari 2026, capaian ini menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak. BUMN bergerak cepat di lapangan, dalam kondisi yang tidak mudah, demi memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelas Rosan.
Ia menegaskan bahwa Huntara bukan sekadar solusi sementara, melainkan bagian dari tahapan pemulihan jangka panjang yang menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.
“Huntara menjadi jembatan menuju hunian permanen sekaligus pemulihan ekonomi warga. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: