Pria di Baturaja Ditemukan Tak Bernyawa di Pertokoan, Keluarga Tolak Autopsi ?

Pria di Baturaja Ditemukan Tak Bernyawa di Pertokoan, Keluarga Tolak Autopsi ?

Seorang pria berusia 46 tahun ditemukan meninggal dunia di depan warung pecel lele di Jalan Lintas Sumatra, Baturaja Timur, OKU. Polisi melakukan penanganan awal, sementara pihak keluarga menolak autopsi dan menyatakan korban meninggal karena sakit.-istimewa-

Baturaja, OKES.NEWS -  Warga di sekitar Jalan Lintas Sumatra, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di depan ruko Warung Pecel Lele Seneng Rasa, Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Baturaja Timur Polres OKU segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. 

Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki, diperkirakan berusia sekitar 46 tahun, dengan tinggi badan kurang lebih 160 sentimeter, berambut hitam, dan saat ditemukan mengenakan kaos berwarna oranye.

Dari hasil penelusuran identitas, korban diketahui bernama Ferry (46), warga Jalan Dr. M. Hatta Lorong Duku, Kelurahan Kemalaraja, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU.

BACA JUGA:Polres OKU Tetapkan Tersangka Pemuda Aniaya Lansia yang Alami Cidera Serius

BACA JUGA:Luapan Sungai Kian Meluas, Banjir OKU Timur Menjalar Ribuan Rumah Warga

Informasi tersebut diperoleh dari pihak keluarga korban, yakni kakak kandungnya Iskandar (54), warga Jalan Bungur IV, Kecamatan Baturaja Timur.

Setelah menerima kabar duka tersebut, pihak keluarga bersama petugas kepolisian dan warga sekitar melakukan proses evakuasi jenazah. Jenazah kemudian dibawa ke kediaman keluarga untuk disemayamkan.

Pihak keluarga menyatakan bahwa peristiwa meninggalnya Ferry merupakan musibah. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi secara medis, dengan alasan korban diketahui telah lama menderita sakit dan kerap tidak berada di rumah.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan kejelasan hukum, pihak keluarga yang diwakili oleh kakak kandung korban membuat surat pernyataan resmi. 

Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa korban meninggal dunia akibat sakit dan bukan disebabkan oleh tindak kekerasan atau faktor lain.

Pihak kepolisian menghormati keputusan keluarga dan memastikan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku. (*)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: