Harga Pisang di OKU Selatan Rp1000, Petani Masih Mengeluh

 Harga Pisang di OKU Selatan Rp1000, Petani Masih Mengeluh

Harga pisang di Desa Bumi Agung Jaya naik jadi Rp1.000 per Kg, petani masih mengeluh. (Foto: HOS)--

MUARA DUA - OKES.NEWS- Harga komoditas pisang di tingkat petani Desa Bumi Agung Jaya, Kecamatan Buay Rawan, Kabupaten OKU Selatan, mulai mengalami perbaikan setelah sempat anjlok selama beberapa bulan terakhir. 

Namun demikian, peningkatan harga tersebut belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan petani.

Berdasarkan informasi dari petani setempat, saat ini harga pisang di tingkat pengepul berada di kisaran Rp1.000 per kilogram. 

Nilai ini mengalami kenaikan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, ketika harga sempat terpuruk di angka Rp600 hingga Rp700 per kilogram.

Samsul, salah seorang petani pisang di Desa Bumi Agung Jaya, menyebut kenaikan harga tersebut setidaknya memberikan sedikit ruang bernapas bagi petani.

BACA JUGA:Lebih Memilih Bertani, Kapolri Tegaskan Sikap Menolak Polisi di Bawah Kementerian

BACA JUGA:Jangan Tunggu Parah! Ini Cara Mengatasi Tanda Awal Flu dan Mencegahnya Kambuh

“Kalau dibandingkan sebelumnya, sekarang memang lebih baik. Dulu harganya sangat rendah, sekarang sudah di atas Rp1.000 per kilo,” ujarnya, Minggu (25/01/2026).

Meski demikian, ia menilai harga tersebut masih belum mencerminkan kondisi ideal. 

Tingginya biaya perawatan kebun, harga pupuk, serta kebutuhan hidup sehari-hari membuat keuntungan yang diperoleh petani masih sangat terbatas.

Para petani berharap harga pisang dapat kembali stabil seperti tahun-tahun sebelumnya agar hasil panen benar-benar memberikan keuntungan yang layak dan berkelanjutan.

Selain persoalan harga, petani juga menginginkan dukungan lebih dari pemerintah daerah dan pihak terkait, khususnya dalam memperluas akses pemasaran hasil pertanian. 

Ketergantungan pada pengepul selama ini dinilai melemahkan posisi tawar petani.

Dengan sistem pemasaran yang lebih baik dan berpihak kepada produsen, petani berharap harga pisang di tingkat petani bisa lebih kompetitif dan tidak mudah mengalami penurunan drastis. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: