Real Madrid Menang, Vinicius Jr Diduga Jadi Korban Rasisme
Real Madrid menang, Vinicius Jr diduga jadi korban rasisme. -Instagram @realmadrid-
OKU NEWS - Penyerang andalan Real Madrid, Kylian Mbappe, menyampaikan pernyataan tegas usai kemenangan tipis 1-0 atas Benfica dalam lanjutan Liga Champions 2026.
Namun, alih-alih menyoroti tiga poin yang diraih timnya, Mbappe justru mengangkat isu serius yang terjadi selama pertandingan.
Laga antara Real Madrid dan Benfica sempat terhenti pada babak kedua setelah Vinicius Junior melaporkan dugaan komentar bernada rasis yang disebut berasal dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Situasi tersebut membuat wasit mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.
BACA JUGA:Kalah dari Girona, Barcelona Gagalkan Misi Salip Real Madrid
BACA JUGA:Real Madrid Ngebet Enzo Fernandez, Chelsea Pasang Harga hingga Rp2 Triliun
Dalam sesi wawancara di zona campuran, Mbappe menegaskan bahwa persoalan rasisme jauh lebih penting dibandingkan hasil akhir pertandingan.
Menurutnya, para pemain sepak bola memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh yang baik kepada generasi muda yang menyaksikan mereka.
Ia menyatakan bahwa ada batas yang tidak boleh dilanggar dalam dunia sepak bola, terutama menyangkut tindakan diskriminatif.
Mbappe juga menekankan bahwa pernyataannya bukanlah serangan terhadap klub Benfica secara keseluruhan, melainkan kritik terhadap perilaku individu yang terlibat dalam insiden tersebut.
BACA JUGA:Real Madrid Ngebet Enzo Fernandez, Chelsea Pasang Harga hingga Rp2 Triliun
BACA JUGA:Kalah dari Girona, Barcelona Gagalkan Misi Salip Real Madrid
Striker asal Prancis itu mendesak UEFA agar tidak hanya berhenti pada permintaan maaf, tetapi juga mengambil langkah nyata dalam menangani kasus rasisme.
Ia menilai tindakan tegas sangat dibutuhkan agar sepak bola menjadi ruang yang aman, adil, dan inklusif bagi semua pemain tanpa memandang latar belakang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: