Pastikan Perlindungan di Tengah Konflik Iran

Pastikan Perlindungan di Tengah Konflik Iran

Pastikan Perlindungan di Tengah Konflik Iran-Istimewa-

Prabumulih -OKES.NEWS- Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Prabumulih, H Sanjay Yunus, mengungkapkan saat ini tercatat sejumlah warga Kota Prabumulih masih bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan Timur Tengah.

"Berdasarkan data resmi Disnaker, total ada 13 warga Prabumulih yang bekerja di luar negeri sejak 2023 hingga 2025 dan hingga kini seluruhnya masih aktif bekerja," ujar Sanjay, Selasa (3/3).

Sanjay merinci, pada tahun 2025 terdapat empat orang PMI asal Prabumulih berjenis kelamin laki-laki yang bekerja di Arab Saudi. Kemudian pada tahun 2024 tercatat tiga orang PMI, terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan yang bekerja di Arab Saudi serta Turki. Sementara itu, pada tahun 2023 sebanyak enam orang warga Prabumulih, masing-masing tiga laki-laki dan tiga perempuan, juga bekerja di Arab Saudi.

“Total sejak 2023 hingga 2025 ada 13 orang PMI asal Prabumulih yang bekerja di Timur Tengah. Semuanya masih bekerja di Timur Tengah sampai saat ini,” sambung Sanjay lagi.

BACA JUGA:Retribusi TKA di OKU Nol Rupiah, Disnaker Curigai Perusahaan Tutupi Data

BACA JUGA:Kurir Paket di Palembang Cabuli Bocah

Terkait meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, Disnaker Prabumulih memastikan terus melakukan langkah antisipatif guna menjamin keselamatan PMI asal daerah tersebut.

Sanjay menegaskan, Pemerintah Kota Prabumulih melalui Disnaker berperan sebagai koordinator daerah dalam memastikan perlindungan, komunikasi, serta kesiapsiagaan bagi PMI di tengah situasi geopolitik yang berkembang.

“Langkah pertama yang kami lakukan adalah pendataan dan monitoring. Kami mendata PMI asal Prabumulih yang bekerja di Timur Tengah serta memantau perkembangan situasi keamanan secara menyeluruh,” jelasnya.

Selain itu, Disnaker juga melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah pusat. Pihaknya berkomunikasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), serta KBRI dan KJRI di negara terdampak untuk memastikan kondisi dan keselamatan PMI asal Prabumulih tetap terpantau.

Sebagai bentuk tanggung jawab daerah, Disnaker Prabumulih juga membuka ruang komunikasi bagi keluarga PMI. Jika terjadi kondisi darurat, Disnaker siap menjadi penghubung antara keluarga dengan instansi pusat. “Kami memfasilitasi pengaduan keluarga. Jika ada situasi mendesak, Disnaker menjadi penghubung agar informasi bisa cepat tersampaikan ke pemerintah pusat,” katanya.

BACA JUGA:Jelang Ramadan, Stabilkan Harga Elpiji Lewat Operasi Pasar Murah

BACA JUGA:Cegah Kriminalitas, Warga Rutin Gelar Ronda Malam

Tak hanya itu, Disnaker juga menyiapkan langkah antisipasi apabila situasi konflik semakin memburuk. Pemerintah daerah mendukung penuh proses evakuasi atau pemulangan (repatriasi) PMI jika memang diperlukan sesuai arahan pemerintah pusat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: