Pria di OKU Timur Ditemukan Tewas, Polisi Temukan Obat-obatan di Dalam Rumah
Seorang pria berinisial HTW ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Martapura, OKU Timur. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan dan korban diduga meninggal akibat penyakit yang dideritanya.-(Foto: Istimewa)-
OKU TIMUR, OKES.NEWS – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memberikan penjelasan resmi terkait penemuan jenazah seorang pria di dalam rumahnya di kawasan Kebun Jati Barat, Kelurahan Paku Sengkunyit, Kecamatan Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Jumat (27/3/2026).
Korban diketahui berinisial HTW (47), ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB dalam kondisi tidak bernyawa di ruang tamu rumahnya oleh warga sekitar.
Peristiwa ini pertama kali terungkap dari kecurigaan saksi M (50), tetangga korban.
Ia merasa ada yang janggal karena korban tidak terlihat selama beberapa hari terakhir. Saat dipanggil tidak ada respons dan tercium bau menyengat dari dalam rumah, saksi bersama warga kemudian mendobrak pintu.
Saat itulah korban ditemukan telah meninggal dunia.
BACA JUGA:Bupati OKU Harapkan Bansos PKH, BPNT dan Sembako Kepada 612 KPM Dimanfaatkan Optimal
Berdasarkan keterangan warga, korban terakhir terlihat pada Senin (23/3/2026) saat duduk di depan rumah.
Sejak saat itu, ia tidak lagi terlihat beraktivitas hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres Ogan Komering Ulu Timur bersama Tim Inafis langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.
Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka pada tubuh korban.
Petugas juga menemukan sejumlah obat-obatan milik korban di atas meja di dalam rumah.
Keterangan keluarga melalui saksi SM (44) menyebutkan bahwa korban tinggal seorang diri dan memiliki riwayat penyakit kronis, seperti TBC dan gangguan paru-paru.
Berdasarkan kondisi jenazah serta hasil pemeriksaan di lapangan, korban diduga telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Martapura untuk pemeriksaan medis. Namun pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi, serta memilih segera melaksanakan pemakaman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



