Petani di OKU Ditemukan Tewas di Bawah Kabel Tegangan Tinggi

Petani di OKU Ditemukan Tewas di Bawah Kabel Tegangan Tinggi

Seorang petani sawit di Desa Makarti Tama SP 5, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten OKU ditemukan meninggal dunia diduga akibat tersengat arus listrik tegangan tinggi saat memanen sawit di area PT PHE.-(Foto: Istimewa)-

BATURAJA, OKES.NEWS – Peristiwa tragis terjadi di wilayah Desa Makarti Tama SP 5, Kecamatan Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kamis pagi (25/6/2026). Seorang petani sawit ditemukan meninggal dunia di bawah jaringan listrik tegangan tinggi di area sumur bor PT PHE.

Korban diketahui bernama Adi Saputra (33), warga Blok B Desa Makarti Tama SP 5, Kecamatan Peninjauan. Korban sehari-hari bekerja sebagai petani dan diduga meninggal akibat tersengat arus listrik tegangan tinggi saat memanen kelapa sawit.

Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB oleh dua orang saksi, Wahyudi dan Apriyansyah, yang sedang melaksanakan patroli di area sumur bor PT PHE.

Saat berada di lokasi ASD 14, keduanya melihat seorang pria tergeletak di bawah jaringan listrik tegangan tinggi. Setelah didekati, korban diketahui sudah dalam kondisi tidak bernyawa.

Kedua saksi kemudian melaporkan temuan tersebut kepada Polsek Peninjauan. Petugas kepolisian yang menerima informasi langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

BACA JUGA:Terciduk di OKU ! Kakak Beradik Asal Pakistan Dideportasi Gunakan Data Palsu Ngaku Investor

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga tersengat arus listrik tegangan tinggi ketika sedang memanen buah sawit menggunakan egrek dengan panjang sekitar 15 meter.

Seorang saksi bernama Muhamad Ali mengaku terakhir melihat korban pada Rabu sore (24/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban melintas di depan rumahnya menggunakan sepeda motor sambil membawa peralatan panen sawit.

Pada malam harinya, saksi sempat mencoba menghubungi telepon korban sekitar pukul 21.30 WIB. Namun panggilan tersebut tidak mendapat jawaban hingga akhirnya keesokan paginya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban kemudian dievakuasi menuju UGD Puskesmas Peninjauan untuk dilakukan pemeriksaan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, korban mengalami luka bakar pada bahu kiri, tangan kanan, serta jempol kaki kanan dan kiri.

Pihak medis menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban diduga akibat sengatan arus listrik tegangan tinggi.

Keluarga korban menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan meminta agar tidak dilakukan autopsi maupun proses hukum karena dianggap murni kecelakaan kerja.

BACA JUGA:Tuntut Transparansi SPMB, Kadisdik OKU Tegaskan Seleksi Sudah Sesuai Aturan

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: