Petani OKU Timur Panen 800 Ikat Bayam dalam 20 Hari
Bayam --
Petani OKU Timur Panen 800 Ikat Bayam dalam 20 Hari
OKU TIMUR, OKES.NEWS - Musim kemarau yang membuat sebagian petani mengurangi aktivitas bercocok tanam tidak menyurutkan semangat Sutris, warga Desa Kumpul Sari, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU TIMUR.
Di tengah cuaca yang panas dan minimnya curah hujan, ia tetap konsisten memanfaatkan lahan di samping rumahnya untuk membudidayakan tanaman bayam.
Lahan seluas kurang lebih 15 x 20 meter itu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya. Menurut Sutris, musim kemarau bukan alasan untuk berhenti bertani.
Justru dengan ketekunan dan kerja keras, lahan sederhana tersebut tetap mampu menghasilkan panen.
Setiap hari, Sutris rutin menyiram tanaman agar tetap tumbuh dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan air, ia memanfaatkan sumur bor yang berada di sekitar kebun.
Air dari sumur dipompa lalu dialirkan ke setiap bedengan sehingga tanaman bayam tidak mengalami kekeringan.
"Kalau tidak disiram, tanaman cepat layu karena sekarang musim kemarau. Jadi harus rutin mengairinya," ujar Sutris.
Perawatan yang dilakukan secara konsisten membuahkan hasil. Dalam satu siklus tanam yang berlangsung sekitar 20 hari, ia mampu memanen sekitar 700 hingga 800 ikat bayam.
Seluruh hasil panen kemudian dijual kepada pengepul dengan harga Rp1.700 per ikat.
Walaupun keuntungan yang diperoleh tidak terlalu besar, hasil penjualan bayam cukup membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Selain itu, budidaya sayuran seperti bayam dinilai lebih cepat memberikan hasil dibandingkan beberapa jenis tanaman musiman lainnya.
Kisah Sutris menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk terus berusaha.
Di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah daerah, ia tetap mampu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki demi mempertahankan produktivitas lahannya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: