Kejar Target! Samsat OKU Bakal Datangi Rumah Penunggak Pajak Kendaraan
Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Wilayah OKU I atau Samsat Baturaja mengubah pola pelayanan pemungutan pajak kendaraan bermotor dari sistem pasif menjadi jemput bola. -ist-
BATURAJA, OKES.NEWS – Unit Pelaksana Teknis Badan (UPTB) Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) Wilayah OKU I atau Samsat BATURAJA mengubah pola pelayanan pemungutan pajak kendaraan bermotor dari sistem pasif menjadi jemput bola. T
ak hanya mengandalkan pelayanan di kantor, petugas kini akan turun langsung ke lapangan hingga mendatangi rumah wajib pajak yang masih menunggak.
Langkah tersebut ditempuh untuk mengejar target penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tahun Anggaran 2026 yang secara kumulatif mencapai lebih dari Rp48 miliar.
Program bertajuk "SIGUNTANG Menyapa" menjadi salah satu strategi utama. Petugas terlebih dahulu melakukan pendataan kendaraan di sejumlah pusat keramaian, seperti pusat perbelanjaan, area parkir publik, hingga lokasi dengan aktivitas kendaraan yang tinggi.
Melalui aplikasi internal, status pajak kendaraan diperiksa secara langsung. Apabila ditemukan kendaraan yang menunggak pajak, petugas akan memberikan tanda pemberitahuan (handtag) sebagai pengingat kepada pemilik kendaraan.
BACA JUGA:Baru Kerja, Waka Polres OKU Kompol Hendro Suwarno langsung Sanksi Personel Kurang Disiplin
Selanjutnya, data nomor polisi kendaraan dibawa ke kantor Samsat untuk ditelusuri identitas pemiliknya. Berdasarkan data tersebut, petugas kemudian melakukan pendekatan persuasif dengan mendatangi rumah wajib pajak secara langsung.
Kepala UPTB PPD Wilayah OKU I, Mgs Hidayatullah, mengatakan strategi tersebut dipilih karena waktu pencapaian target semakin terbatas, sementara realisasi penerimaan masih berada di bawah 50 persen.
"Samsat tetap optimistis target yang diberikan dapat tercapai, ditargetkan bisa melampaui 100 persen," ujarnya kepada wartawan. Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan data hingga pertengahan Juli 2026, penerimaan PKB baru mencapai Rp9,62 miliar atau sekitar 38,6 persen dari target Rp24,94 miliar.
Sementara penerimaan BBNKB terealisasi Rp10,76 miliar atau 45,08 persen dari target Rp23,88 miliar.
Artinya, Samsat OKU masih harus mengejar sekitar Rp27,4 miliar agar target penerimaan tahun ini dapat terpenuhi.
Selain program door-to-door, Samsat Baturaja juga terus mengoptimalkan layanan Samsat Keliling (Samling) yang rutin mendatangi kecamatan dan desa.
BACA JUGA:Kasus Dugaan Korupsi KUR BRI Pampangan Memasuki Babak Krusial, Kejari OKI Tunggu Audit BPK RI
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: